SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Kepala Desa Boni Dominggus Fanggih, S.H mengatakan HUS Nde’o sekarang berada di desa Tasilo sebelum masuk wilayah Desa Boni, merupakan suatu ritual adat yang sangat sakral dan dirayakan pada setiap tahunnya dibulan Juli pada saat telah muncul bulan purnama, seperti sekarang ini
Dominggus mengakui kalau dirinya merupakan salah satu keturunan langsung dari tokoh adat penyelenggara HUS Nde’o dari suku Luna Fando dari keturunan Mane Lilo atau tokoh pembagi/pemberi berkat berupa nasi dan daging.
Kepada wartawan Dominggus sedikit mengisahkan kalau sejak dahulu kala acara HUS Nde’o merupakan acara yang sangat sakral untuk memohon berkat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sekaligus mensyukuri berkat atau hasil panen yang melimpah.
“Saya sebagai salah satu penerus daripada leluhur kami yang telah meninggalkan sebuah warisan adat kepada kami berupa HUS yang diselenggarakannya di Nde’o.hal Ini merupakan kesepakan dari 9 suku dari leluhur kami yang ada di nusak Lailete,” kata Dominggus Fanggih
Lebih jauh Dominggus mengatakan, dari 9 suku atau Leo tersebut dipisahkan dalam 2 kelompok suku besar yaitu Suku atau Leo Kalima (5 suku) dan Leo Kaha (4 suku)
Suku atau Leo Kalima/ 5 suku diantaranya Leo Elo, Leo Luna, Leo Fando, Leo Bolu dan Leo Tasioe sedangkan Leo Kaha/ 4 suku yaitu Leo Todak, Leo Mbauleo, Leo Leseleon dan Leoanak.
Acara ritual adat HUS Nde’o sendri menurut Dominggus Fanggih adalah suatu wujud pernyataan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat pertanian, Berkat gula lontar maupun berkat ternak hewan berupa babi, kambing,domba, kuda, kerbau dan lain-lain.
Menurut Dominggus selain ucapan syukur atas hasil panen dan berkat ternak, namun momen HUS ini juga menciptakan suasana kekeluargaan karena semua handaitolan dimana saja di pulau Rote yang berkesempatan akan hadir dalam acara adat HUS Nde’o.
Dominggus juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao atas terselenggaranya acara HUS Nde’o.
“Saya sebagai generasi penerus dari warisan budaya peninggalan leluhur mengucapkan syukur bahwa kemudian pemerintah Kabupaten Rote Ndao memberikan perhatian serius dalam terselenggaranya acara budaya HUS Nde’o pada hari ini,”ujarnya.
Untuk diketahui sekarang ini karena situasi jaman yang berubah sehingga ritual-ritual adat terkait dengan HUS Nde’o tidak lagi diadakan karena tokoh kunci dari keberlangsungan acara HUS Nde’o telah meninggal dunia bahkan turunannya tidak bersedia lagi mengadakan ritual magis tersebut

Tokoh kunci dari berlangsungnya ritual adat HUS Nde’o dipegang oleh 3 suku yaitu, Suku Elo disebut Mane hello/penutur silsilah, suku Luna Fando disebut Mane Lilo/pembagi atau pemberi nasi dan daging dan suku Tasioe disebut Mane no/pemberi berkat berupa air kelapa sekaligus tokoh kunci dari ritual adat HUS Nde’o (Tim).






