SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Ada temuan mengejutkan dalam Proses penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Gudang pertanian di Desa Holoama oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, Kamis (11/12/2025)
Temuannya adalah ada Sejumlah bibit pertanian, termasuk padi dan jagung, diketahui masih tersimpan di gudang dan belum disalurkan kepada petani, padahal musim tanam telah berakhir
Temuan ini terungkap ketika Bupati Rote Ndao didampingi Ketua DPRD Rote Ndao Alfred Saudila dan Anggota DPRD Rote Ndao dari Fraksi Golkar Amanat Solidaritas (Gas), Absalom Polin, Gustaf Dethan, Yunus Panie, Mesak Lonak meninjau lokasi penyimpanan bibit di dalam ruangan gudang usai agenda pembagian alsintan
Selanjutnya, Bupati Paulus Henuk mempertanyakan hal tersebut di kepala Dinas Pertanian Salmun Haning
“Kenapa kok bibit ini masih ada belum disalurkan, ini segera dikosongkan ya kepala Dinas Pertanian,” ujar Bupati
Kepada wartawan Wakil Ketua Fraksi Gas DPRD Rote Ndao Absalom Polin menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap lambatnya distribusi bibit tersebut
Ia menilai keterlambatan ini berpotensi merugikan petani serta menghambat produktivitas pertanian di Rote Ndao.
“Kita sedikit kecewa, sebenarnya sekarang musim tanam sudah habis. Tadi saat penyerahan bantuan alsintan, kita melihat ada bibit padi dan jagung yang seharusnya sudah disalurkan pada musim tanam yang sementara berjalan, tapi kok masih ada terlalu banyak,” tegas Absalom.
Ia menambahkan bahwa keluhan mengenai keterlambatan distribusi bibit bukan hal baru. Dalam reses di wilayah Kuli, dirinya sudah menerima laporan dari petani yang kesulitan mendapatkan bibit karena sebagian masih tersimpan di gudang.
“Kemarin saat reses di Kuli, ada petani yang datang mengadu karena belum dapat bibit, tapi masih ada di gudang, Barang-barang ini seharusnya semua keluar, tidak boleh dibiarkan. Banyak pertanyaan muncul, kenapa bibit musim begini masih tersimpan?” katanya.
Absalom juga menegaskan bahwa kondisi tersebut bisa menimbulkan dampak besar, termasuk potensi gagal tanam dan gagal panen. Ia meminta dinas teknis, khususnya Dinas Pertanian, untuk segera memberikan klarifikasi dan memperbaiki mekanisme distribusi.
“Harapannya ke depan, sebelum musim tanam habis, bibit-bibit itu harus sudah disalurkan, jangan terbengkalai. Tadi di gudang dekat Tongkat Harun juga masih ada bibit jagung. Ini menunjukkan dinas teknis kurang cepat tanggap. Dampaknya bisa besar bagi petani,” ungkapnya.
Ia mendesak pemerintah daerah melalui instansi terkait agar lebih responsif terhadap kebutuhan petani, mengingat bibit telah tersedia namun tidak segera dimanfaatkan.
“Orang-orang butuh bibit. Ini ada, tapi tidak dibagikan. Ini harus jadi perhatian serius,” pungkas Absalom Polin (tim/nasa)






