JAKARTA, SINDONTT.COM – Berangkat dari sebuah kampung di ujung selatan Indonesia, Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, kini mendapat kepercayaan untuk berada di antara sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang dalam lingkaran penguatan nilai-nilai kebangsaan
Apremoi masuk dalam jajaran Dewan Pembina Alumni Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (P2NK) Angkatan 75 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) periode 2026–2029
Kepercayaan ini menjadi kebanggaan tersendiri, bukan hanya bagi Apremoi secara pribadi, tetapi juga bagi Rote Ndao, daerah kepulauan di ujung selatan Indonesia yang menyimpan banyak harapan dan potensi sumber daya manusia
Di tengah nama-nama yang memiliki pengalaman dan latar belakang beragam, kehadiran Apremoi membawa cerita tentang perjalanan seorang anak kampung yang mendapat kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan mengambil bagian dalam lingkungan kebangsaan di tingkat nasional
Dari Kampung Kecil, Membawa Nama Rote Ndao
Bagi Apremoi, perjalanan hingga berada dalam jajaran Dewan Pembina bukanlah sesuatu yang mudah dibayangkan sebelumnya.
Ia mengakui, kesempatan tersebut terasa seperti mimpi. Berangkat dari kehidupan di kampung, kini dirinya dapat berdiri di antara orang-orang yang memiliki pengalaman luas serta perhatian terhadap berbagai persoalan strategis bangsa
“Seperti mimpi, bisa berada dalam deretan orang-orang hebat, padahal kita anak kampung, yang tinggal di kampung,” ungkap Apremoi kepada
Pernyataan itu menggambarkan rasa syukur sekaligus kerendahan hati seorang putri daerah yang menyadari bahwa perjalanan hidup dapat membuka pintu-pintu kesempatan yang sebelumnya terasa jauh dari jangkauan
Bagi masyarakat Rote Ndao, kisah tersebut juga menjadi pengingat bahwa asal-usul bukanlah batas untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan berkontribusi bagi kepentingan yang lebih luas
Dipercaya dalam Kepengurusan Alumni P2NK
Nama Apremoi tercantum sebagai anggota Dewan Pembina dalam struktur kepengurusan Alumni P2NK Angkatan 75 Lemhannas RI periode 2026–2029.
Dewan Pembina dipimpin Rita Fitria. Sementara itu, posisi Ketua Umum dipercayakan kepada Prof. H. Muhammad Zilal Hamzah, dengan Asih Kurnianingsih sebagai Sekretaris Jenderal
Dalam jajaran anggota Dewan Pembina, Apremoi bergabung bersama Dr. Daniel Budi Utomo, Kolonel Czi Dr. Dwi Joko Siswanto, Priyanto Yap, Bambang Wijanarko Setio, Dr. Joko Santosa, dan Cunduk Bagus Sudarwono
Kepengurusan harian turut diperkuat lima Wakil Ketua Umum, yakni Dr. H. Zamroni Aziz, Antony Lee, Angga Pramana Jaya, Effendi, dan Andar Abdi Saragih
Organisasi ini memiliki 14 bidang strategis yang mencakup berbagai aspek, mulai dari kebangsaan, pendidikan, ekonomi, hingga ketahanan nasional. Pembagian bidang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring alumni dan membuka ruang kontribusi terhadap persoalan strategis bangsa
Kebanggaan yang Membawa Tanggung Jawab
Pengukuhan kepengurusan alumni P2NK tersebut berlangsung di Jakarta, Kamis (15/10/2026)
Bagi Apremoi, momentum itu bukan semata-mata tentang sebuah posisi dalam struktur organisasi. Lebih dari itu, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk memperluas wawasan, belajar dari pengalaman orang lain, dan memahami tantangan kebangsaan dari sudut pandang yang lebih luas
Struktur kepengurusan juga memuat usulan koordinator wilayah Bali dan Nusa Tenggara, yakni Septian Derrys Arvianto, sebagai bagian dari upaya membangun koordinasi alumni di berbagai daerah
Kehadiran jejaring regional tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan ant alumni sekaligus membuka peluang pertukaran gagasan dan pengalaman.
Bagi Apremoi, pengalaman ini menjadi perjalanan berharga yang dapat memperkaya pengabdiannya sebagai Wakil Bupati Rote Ndao
Sebab, semakin luas ruang belajar dan pergaulan, semakin besar pula kesempatan untuk membawa pulang pengetahuan, gagasan, dan semangat baru bagi daerah yang dipimpinnya bersama Bupati Rote Ndao
Harapan dari Ujung Selatan Indonesia
Kisah Apremoi menjadi potret bahwa kesempatan untuk berkontribusi bagi bangsa dapat datang dari mana saja, termasuk dari sebuah kampung di Rote Ndao.
Di balik kebanggaan berada di antara tokoh-tokoh nasional, tersimpan harapan agar pengalaman tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi bekal untuk terus mengabdi kepada masyarakat
Bagi masyarakat di daerah kepulauan seperti Rote Ndao, kehadiran putra daerah dalam jejaring kebangsaan nasional membawa pesan sederhana namun bermakna: jarak geografis tidak seharusnya membatasi cita-cita dan kesempatan untuk berkembang
Dari kampung di ujung selatan Indonesia, Apremoi kini mendapat ruang untuk belajar dan mengambil bagian dalam lingkungan yang lebih luas. Sebuah perjalanan yang ia sendiri gambarkan seperti mimpi, tetapi kini menjadi kenyataan
Dan dari perjalanan itu, ada harapan agar semakin banyak anak-anak Rote Ndao berani bermimpi, menempuh pendidikan, mengembangkan kemampuan, serta percaya bahwa mereka juga memiliki kesempatan untuk berbuat sesuatu bagi daerah dan bangsanya (**)

















