SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Fredik Kiuk, memastikan rekonstruksi ruas jalan Ba’a–Batutua (penanganan longsoran) di jalur Menggelama akan dikerjakan pada tahun 2026 ini
Menurut Fredik, penanganan titik tersebut telah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun Anggaran 2026 dengan total alokasi anggaran sebesar Rp 9,5 miliar yang bersumber dari Pendapatan Daerah
“Secara legal itu sudah ada di dalam DPA. Dokumen perencanaannya juga sudah kita buat sejak tahun lalu. Jadi bukan ditunda-tunda, memang sudah masuk dalam perencanaan dan pasti dikerjakan tahun ini,” ujar Fredik kepada wartawan, Selasa (17/2/2026)
Ia menjelaskan, proses penanganan infrastruktur jalan harus melalui prosedur pengadaan barang dan jasa sesuai regulasi yang berlaku. Tahapan tender dan penyiapan dokumen teknis menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai aturan
Fredik juga menambahkan, kondisi curah hujan yang masih tinggi saat ini menjadi pertimbangan teknis dalam pelaksanaan pekerjaan, khususnya pada titik longsoran di Menggelama

“Kalau kerja di tengah hujan deras begini juga berisiko. Kita tidak ingin memperburuk kondisi. Jadi kita menunggu momentum yang tepat agar penanganannya bisa lebih komprehensif dan aman,” jelasnya
Ia meminta masyarakat untuk bersabar karena pemerintah telah memasukkan penanganan tersebut dalam program prioritas. Bahkan, hal itu juga telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Provinsi NTT
“Semua sudah tahu, sudah dibahas bersama Komisi IV. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, tinggal menunggu prosesnya berjalan sesuai tahapan,” ujarnya (tim/nasa)






