SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Warga Desa Oelolot Kecamtan Rote Barat yang bermata pencaharian sebagai petani, Nelayan, peternak mengeluh selama kurang lebih 20 Tahun tidak pernah menikmati pembangunan Infrastruktur baik itu jalan dan jembatan
“susahnya mendapatkan air bersih, Kami masyarakat Oelolot selama kurang lebih 20 tahun tidak pernah menikmati infrastruktur yang baik, semoga dengan apa yang menjadi visi dan misi bapak Paulus Henuk kami bisa menikmati akses jalan yang baik, demikian Keluhan Yeskial Ndun warga Desa Oelolot pada acara pertemuan terbatas Paulus Henuk sebagai Bakal Calon Bupati Rote Ndao, Jumat (28/06/2024)
Hal yang serupa menjadi keluhan warga desa Sideoen juga terbilang sama, yakni susahnya pupuk dan BBM yang mahal serta infrastruktur dan transportasi yang susah bagi wisatawan
“Jika wisatawan jarang datang akibat transportasi yang terbatas karena pesawat tidak ada untuk penerbangan Kupang-Rote jelas sangat mengganggu karena masyarakat tidak kerja.” Keluhan Julius Baluk warga Desa Sedeoen
Menjawab keluhan tersebut, Bakal Calon Bupati Paulus Henuk memastikan dirinya membangun Rote Ndao sesuai kebutuhan rakyat, jalan di Desa oelolot di perbaiki
“Saya memiliki satu agenda perubahan yakni menuju Rote Ndao Akses, itu kita membangun infrastruktur baik itu perbaiki atau bangun jalan dan jembatan untuk dan air bersih untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, ke depan kita bangun Rote Ndao sesuai kebutuhan Rakyat, rakyat butuh jaringan listrik kita upayakan, petani butuh banyuan kita bantu, Tandas Paul Henuk
Paulus Henuk menjelaskan kalau pada Tahun 2022 dirinya beserta anggota DPRD lainnya pernah melakukan sidak ke gudang pupuk, distributor, saat masyarakat petani mengeluh pupuk tidak ada, dan digudang penampungan mendapatkan pupuk yang jumlahnya berton-ton
“Kebutuhan pupuk petani Rote Ndao 26.000 ton tapi hanya di jatah 3.600 ton, Untuk menindak lanjuti kelangkaan pupuk itu, saya beserta rekan-rekan dewan ke Jakarta mendatangi departemen pertanian, meminta tambahan jatah pupuk) dan Departemen Sosial (mengecek bantuan Seroja, Oleh Dirjen Pertanian ditambahkan 11.000 ton dan dana seroja pun berhasil didapatkan, namun apa daya laporan penyerapan pupuk masyarakat petani dilaporkan cuma 5000 ton, sehingga menjadi 3000 ton saat ini,” tegas Paul Henuk (Nasa/Tim)






