SINDO-NTT.COM – ROTE NFAO
Anterian panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) beberapa waktu lalu di Kabupaten Rote Ndao, memantik perihatin sosok perempuan bakal Calon Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan
Apremoi mengakui tak tega melihat orang tua, ibu-ibu banyak yang mengantri di bawah terik matahari berjam-jam demi 3 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite. Untuk roda dua dan 20 litet roda empat
“tidak tega waktu lihat di SBPU. Kasihan ada orang tua, ibu-ibu dengan anaknya harus tunggu lama untuk dapat BBM atau Minyak” kata Apremoi Dudelusy Dethan, kepada wartawan Sabtu (03/08/2024).
“Sebagai perempuan, saya sedih, gara-gara mau dapat BBM, banyak orang harus tinggalkan pekerjaannya di kebun, sawah, atau laut, Lalu bagaimana masyarakat mau didorong sejahtera dengan kondisi yang terus berulang ini?,” tambahnya bernada tanya.
Terhadap kondisi ini, ditegaskan Apremoi Dethan, ada solusi dalam agenda perubahan paket ita esa
dirinya merupakan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup), yang berpasangan dengan Paulus Henuk sebagai Bacabup, dari paket yang bertagline Ita Esa.
Bahwa, agenda perubahan sudah dikomitkan dalam bulir ke-7 dari Sembilan bulir, yang disebutnya ‘Mbule Sio’. Bahwa masalah BBM, segara berujung.
“Bersama bapak Paulus, kami komit bahwa harus dirikan Jobber di Rote Ndao. Karena dari masa pak Dillak, sebagai Bupati pertama itu sudah direncanakan. Makanya kami tuangkan dalam agenda kami di butir ke-7,” jelas Apremoi.
Bulir ke -7 dari visi dan misi paket ita esa adalah membangun infrastruktur dalam kerangka pengembangan wilayah terpadu, yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan. Di dalamnya ada perbaikan tata niaga BBM, melalui pembangunan Jobber
“Jadi tugas kami adalah mewujudkannya untuk menyudahi jeritan masyarakat saat BBM mulai susah. Apalagi di musim-musim tertentu, harga BBM pasti naik, ini fakta, yang ulang-ulang terjadi,” tandasnya
Empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Rote Ndao, disebutnya belum mampu mengatasi kelangkaan BBM.
“Baru-baru ini kan katong (kita) semua tahu kalau semua SPBU seperti dikepung. Antriannya begitu panjang mulai dari sore agar esoknya bisa dapat BBM. Apakah kondisi seperti itu masih ingingkan?,” tanya Apremoi.
“Makanya solusi mendirikan Jobber, kami sampaikan di setiap acara sosialisasi kami. Bapak Paulus, mulai dari Barat sampai tengah, dan saya dari Timur, ketemunya di tengah. Ada juga yang kami sama-sama,” Jelasnya
“di kampung-kampung, kami sampaikan komitmen perubahan terhadap Rote Ndao, sudah saatnya masyarakat menikmati masa depan yang lebih baik dalam setiap perubahan,” tambahnya. (Tim/Nasa)






