ROTE NDAO, SINDONTT.COM – Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., menggelar rapat bersama Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Daniel W. Nalle, S.Pt., dan sejumlah perangkat daerah di ruang kerja Bupati, Senin (19/10/2026)
Rapat tersebut membahas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Rote Ndao dalam beberapa hari terakhir
Dalam rapat itu ada langka konkret untuk mengatasi persoalan BBM agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik
Bupati Paul Henuk mengatakan, persoalan kelangkaan BBM membutuhkan penanganan serius, terukur, serta kerja sama dari seluruh pihak yang memiliki kewenangan.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama dinas terkait telah merumuskan sejumlah langkah yang akan segera dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan tersebut
Rumuskan Langkah Penanganan
Paulus menegaskan, penanganan kelangkaan BBM tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan koordinasi dan kolaborasi antar lembaga agar langkah yang diambil dapat berjalan efektif
Sejumlah langkah yang telah dirumuskan dalam rapat tersebut akan menjadi dasar untuk penanganan lebih lanjut, dengan harapan distribusi dan pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat dapat berjalan lebih baik
Pemerintah daerah juga akan melanjutkan pembahasan bersama unsur terkait guna memperkuat upaya penyelesaian persoalan yang terjadi.
Forkopimda dan Satgas BBM Segera Dilibatkan
Sebagai tindak lanjut, Bupati Paulus Henuk menjadwalkan rapat lanjutan pada Selasa (20/10/2026) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh tim Satuan Tugas (Satgas) BBM
Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus mendorong setiap unsur mengambil langkah nyata sesuai tugas dan kewenangannya
Paulus berharap seluruh pihak dapat bekerja sama dalam menangani kelangkaan BBM sehingga persoalan tersebut bisa diselesaikan secara efektif
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao pun berupaya memastikan penanganan persoalan BBM dilakukan secara terkoordinasi, dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat yang terdampak oleh kelangkaan dalam beberapa hari terakhir (**)

















