Diangkat Ketua Dewan Pembina, Ketua MPR RI Dorong Badan Permusyawaratan Desa Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa

Avatar photo

Wednesday, 15 March 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketua MPR RI sekaligus Ketua Dewan Pembina Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Bambang Soesatyo melantik pengurus DPP ABPEDNAS dibawah kepemimpinan Ketua Umum Indra Utama dan Sekretaris Jenderal Deden Samsudin. Sebagai ‘Rumah Besar’ bagi para anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang jumlahnya lebih dari 500 ribu jiwa.

“Masa depan Indonesia justru bukan berada di kota. Melainkan terdapat di desa yang menyimpan berbagai kekayaan sumber daya alam serta sumber daya manusia. Stabilitas nasional juga berakar dari desa. Jika desa kondusif, situasi nasional juga kondusif. Karena itu, sebagai lembaga permusyawaratan pada unit pemerintahan daerah terkecil yang langsung bersentuhan dengan kepentingan rakyat, BPD memiliki peran penting dalam memajukan desa,” ujar Bamsoet dalam pelantikan pengurus ABPEDNAS sekaligus Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Ruang Delegasi Gedung Nusantara V MPR RI, Jakarta, Rabu (15/3/23).

Turut hadir antara lain Mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri RI Eko Prasetyanto Purnomo Putro, Ketua Umum ABPEDNAS Indra Utama, dan Sekretaris Jenderal ABPEDNAS Deden Samsudin.

 

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, BPD memiliki tanggungjawab untuk menggali, menghimpun, mengelola, dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa. BPD juga mengemban amanat untuk membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa, serta melakukan pengawasan kinerja kepala desa. Fungsi kemitraan dan fungsi pengawasan tersebut sangat penting, agar program pembangunan yang diemban oleh pemerintah desa benar-benar bedampak nyata bagi kemajuan masyarakat desa.

Apalagi dengan adanya alokasi dana desa yang mencapai lebih dari Rp 1 milyar per desa. BPD harus dapat mengambil peran untuk memastikan bahwa dana desa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa.

Baca Juga:  Upacara Empat Momentum Kebangsaan, PGRI–Korpri Diharapkan Jadi Agen Transformasi

“Kehadiran dana desa dimaksudkan sebagai katalisator pembangunan desa yang pemanfaatannya dapat mendorong gerak perekonomian rakyat. Artinya pengelolaan dana desa tidak hanya menghasilkan output dan outcome, tetapi harus memberikan benefit bagi masyarakat desa. Sebagai stimulus pembangunan desa, dana desa juga tidak seharusnya menjadi penghambat kreativitas desa untuk mengoptimalkan sumber pendapatan lain yang sudah ada di luar dana desa, serta potensi-potensi sumber pendapat asli desa yang baru,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengingatkan, Indonesian Corruption Watch (ICW) melaporkan kasus korupsi dana desa memiliki kecenderungan selalu meningkat. Sepanjang tahun 2015 hingga 2017 saja sudah meningkat sembilan kali lipat, yaitu dari 17 kasus pada tahun 2015 menjadi 154 kasus pada tahun 2017.

 

Secara akumulatif, pada rentang waktu sejak tahun 2015 hingga tahun 2022, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mencatat sebanyak 601 kasus korupsi di desa dengan jumlah tersangka 686 orang. Kasus terkait pengelolaan keuangan desa masuk dalam daftar tiga besar korupsi terbanyak di Indonesia. Survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 juga menunjukkan bahwa perilaku koruptif masyarakat desa berada di angka 3,83, atau lebih tinggi daripada masyarakat perkotaan.

“Salah satu upaya pencegahan yang direkomendasikan adalah optimalisasi peran BPD dalam menjalankan fungsi pengawasan. Tentu ini bukan tanggungjawab yang ringan. Karena itu, saya sangat berharap kehadian organisasi ABPEDNAS dapat berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi segenap anggota ABPEDNAS dalam menjalan tugas pokok dan fungsinya sebagai BPD,” tandas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menekankan, dalam menjalankan amanat sebagai lembaga permusyawaratan, semangat yang dikedepankan BPD harus menghadirkan solusi bagi setiap persoalan di desa melalui jalan musyawarah mufakat. Musyawarah untuk mencapai kemufakatan adalah salah satu dari sekian banyak nilai-nilai kearifan lokal yang masih tumbuh dan berkembang dalam masyarakat desa. Nilai-niai kearifan lokal ini harus dijaga dan dilestarikan agar tetap menjadi karakter dan jati diri, serta tidak tergeser oleh niai-nilai asing.

Baca Juga:  Wakil Bupati Mengakui, Tak Ingin Kepala Desa Terjerat Kasus Hukum

“Terlebih ke depan, tantangan kebangsaan juga sudah mulai masuk melalui unit-unit terkecil pemerintahan hingga desa. Berbagai tantangan kebangsaaan tersebut antara lain penyebaran faham radikalisme, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, free sex, hingga LGBT. Internet yang sudah dapat dijangkau di pedesaan juga ibarat dua sisi mata pisau. Di satu sisi dapat membantu literasi teknologi informasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital di pedesaan. Di sisi lain juga menjadi pintu masuk fahan-faham negatif yang menggerus nilai-nilai kebangsaan,” pungkas Bamsoet. (***)

Berita Terkait

Bupati Paul Henuk Apresiasi PIP Aspirasi DPR RI Untuk 142 Sekolah di Rote Ndao
Menteri PU Tinjau Irigasi Kapasiok, Usulan Strategis Bupati Rote Ndao Langsung Ditindaklanjuti
Usulan Bupati Rote Ndao Direspons Wakil Presiden, Fasilitas Nelayan Akan Diperkuat
Wapres Gibran Tinjau Sentra Garam Rote Ndao, Dorong Swasembada dan Hilirisasi Kelautan
Kunjungan Wakil Presiden, Kades Papela Mengadu Banjir Rob Terjang Fasilitas Vital
Kunjungan Bersejarah Wakil Presiden RI Disambut Haru Warga Papela
Harkitnas ke-118 Wakil Bupati Rote Ndao Ajak Warga Jaga Tunas Bangsa
Simak, Dari Kupang, Bupati Bawa Kabar Baik untuk Guru dan Sekolah di Rote Ndao
Tag :

Berita Terkait

Monday, 1 June 2026 - 20:08

Bupati Paul Henuk Apresiasi PIP Aspirasi DPR RI Untuk 142 Sekolah di Rote Ndao

Saturday, 30 May 2026 - 19:30

Menteri PU Tinjau Irigasi Kapasiok, Usulan Strategis Bupati Rote Ndao Langsung Ditindaklanjuti

Friday, 22 May 2026 - 18:59

Usulan Bupati Rote Ndao Direspons Wakil Presiden, Fasilitas Nelayan Akan Diperkuat

Friday, 22 May 2026 - 17:56

Wapres Gibran Tinjau Sentra Garam Rote Ndao, Dorong Swasembada dan Hilirisasi Kelautan

Friday, 22 May 2026 - 12:12

Kunjungan Wakil Presiden, Kades Papela Mengadu Banjir Rob Terjang Fasilitas Vital

Friday, 22 May 2026 - 11:50

Kunjungan Bersejarah Wakil Presiden RI Disambut Haru Warga Papela

Wednesday, 20 May 2026 - 11:31

Harkitnas ke-118 Wakil Bupati Rote Ndao Ajak Warga Jaga Tunas Bangsa

Tuesday, 5 May 2026 - 06:13

Simak, Dari Kupang, Bupati Bawa Kabar Baik untuk Guru dan Sekolah di Rote Ndao

Berita Terbaru