SINDONTT.ID – ROTE NDAO
Sebanyak 8 orang siswa tidak mampu di SD Inpres Holulai di Desa Holulai kecamatan Loaholu menerima bantuan dari Komunitas Peduli Pendidikan wilayah Rote Ndao dan bantuan kali ini sama seperti sebelumnya, berupa pembagian seragam sekolah, sepatu, tas, buku tulis, penyerahan Bantuan tersebut bertempat di Kantor Desa Holulai, Sabtu (26/06/2021)
Perwakilan anggota komunitas dari Kota Kupang yang menyerahkan langsung bantuan yakni Martin Rudge Uju, Qonghyta Kayline dan Yuanita Rano Baki

Martin Rudge pada kesempatan itu mengatakan pihaknya wajib mendukung anak-anak sekolah dengan cara terus memotivasi agar mereka lebih giat di masa pandemi covid-19
“Kami berangkat dari Kupang Pukul 08.00 Wita menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Tenau Kupang,tujuan kami selain memberikan bantuan,kami juga hadir untuk memberikan dukungan terhadap teman-teman di Komunitas di Rote Ndao, Kegiatan ini kami lakukan tanpa imbalan apapun sesuai Visi komunitas Peduli Pendidikan NTT Memberi Dari Kekurangan,Melayani Dengan Sukacita”, Kata Martin
Delapan orang anak penerima bantuan itu disurvei langsung oleh Jemy Ndun, Rianty Pandie dan Merry Haning selaku anggota komunitas wilayah Rote Ndao dengan Kordinator Wilayah Yames Jems Mbau, S. Sos, Karena itu bantuan ini benar-benar tepat sasaran
Selanjutnya menurut Rianty, para penerima bantuan memiliki latar belakang keluarga yang berbeda, semua penerima bantuan berasal dari keluarga pra sejahtera,
“Kita berharap mereka tidak melihat jumlah pemberian kita namun kehadiran komunitas mampu memotivasi mereka agar terus belajar untuk meraih cita-cita” ungkap Rianty yang sudah 3 tahun bergabung dengan komunitas Peduli Pendidikan NTT

Ketua komunitas peduli pendidikan wilayah Rote Ndao Polce Messakh saat di hubungi via telepon menjelaskan bahwa kegiatan Komunitas Peduli Pendidikan NTT bukan sebagai ajang pamer kelebihan dalam berbagi dengan mereka yang membutuhkan namun kami memberi sebagai ucapan syukur atas rejeki yang sudah Tuhan berikan,
“Kegiatan di Rote ndao sudah 3 kali kita lakukan di wilayah yang berbeda dalam wilayah Rote Ndao, kita berharap dengan kegiatan ini banyak pihak yang mau tergerak untuk membantu anak-anak yang membutuhkan di wilayah Nusa Tenggara Timur” ujarnya
Polce mejelaskan untuk bergabung dengan komunitas Peduli Pendidikan NTT tidak ada syarat khusus, Gratis tanpa biaya pendaftaran, simple saja intinya mau berbagi setiap bulannya dan tidak membawa nama komunitas untuk kepentingan politik, tidak mewajibkan setiap anggota komunitas untuk hadir dalam setiap kegiatan dengan alasan jarak dan kesibukan setiap anggota,
“Untuk melihat lebih jauh tentang kegiatan komunitas selama ini, bisa dilihat pada halaman facebook dan Intagram kami, Peduli Pendidikan NTT” jelasnya
Polce Mesak menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman komunitas Peduli Pendidikan wilayah Rote Ndao yang sudah berupaya semaksimal mungkin untuk kelancaran kegiatan ini,
“tidak lupa juga saya sampaikan terima kasih kepada Martin Rudge Uju, Qonghyta Kayline dan Yuanita Rano Baki yang sudah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan di Rote dan kepada semua anggota komunitas yang sudah mendukung dengan caranya masing-masing, tegas Polce, (Nasa)






