SINDONTT.CO – ROTE NDAO
Akibat tidak adanya penerbangan pesawat Wings Air Rute. Kupang- Rote/ Rote- Kupang membuat sejumlah pelaku usaha di bidang Pariwisata, terutama Hotel dan Restauran mengeluh tidak ada pengunjung dari Wisatawan Manca Negara
“dengan tidak beroperasinya pesawat Rute Wings Air Kupang Rote – Rote Kupang menyebabkan sepinya kamar-kamar hotel di tempat wisata Nemberala Kecamatan Rote Barat, wisatawan lebih memilih berlibur ke Daerah lain,” kata ketua BPC Himpunan Hotel dan Restaurran Indonesia, Kabupaten Rote Ndao, Erasmus Frans Mandato ketika ditemui dikediamana Di Resto Anugerah Surf, Selasa (28/03/20223)

Menurut Mus Frans ada empat Komponen Penting dalam pembangunan Pariwisata yakni Atraction, Amenities, Aksesibility, Ancillary Services
Tingkat kunjungan menjadi target yang dinantikan sangat bersentuhan dengan salah satu Komponen Penting Aksesibilitas yakni tersedianya Transportasi/Angkutan Darat, Laut dan Udara yang Reliable Cepat, Tepat, Aman dan Nyaman,
Sejak awal Juni 2022 salah satu dan satu satunya Penerbangan Kupang- Rote/Rote Kupang diberhentikan Operasional Oleh Pihak Maskapai Wings Air,
“kunjungan bisa dipastikan terstandarisasi. Manakala dibuka penerbangan Komersial dengan Kapasitas pesawat yang cukup yakni ATR, sangat Menginpulse Kedekatan Rote Ndao Bagi Para Pengunjung di mata Internasional dan Domestik,” katanya
“Dengan sebuah stigma yang ada dalam Benak Wisatawan dan Opeartor Perjalan Wisata Dewasa ini, Tanpa ada Penerbangan Yang memadai untuk Orang dan Barang ke suatu tujuan wisata maka tempat itu terkesan terisolir dan Remote, Pangsa Pasar Wisatawan Minat Khusus yang bepergian dengan Perlengkapan Selancar salah satunya tidak akan terlayani dengan Pesawat berkapasitas Kecil,”
Dijelasakan Erasmus Frans sudah sekitar 9 bulan ini tidak ada penerbangan Pesawat Rute Kupang Rote – Rote Kupang ini tentunya sangat menarik perhatian Publik terutama jasa usaha pariwisata di Kabupaten Rote Ndao

Salah satu hal yang menjadi perhatian srategis pemerintah pusat adalah sektor Pariwisata yang sejalan dengan arah Pembanguan Nasiona pemerintah pusat membuka jalur isolasi darat, laut dan udara, kemudian salah satu visi Bupati Rote Ndao adalah Pembangunana Pariwisata yang di dukung pertanian dan Kelautan
” Wings Air bukan satu-satunya maskapai yang memiliki fleet yang memadai, ada Garuda Airline dan Anak Perusahan Citylink yang menjangkau jalur Domestik, Kementerian parawisata akan aware dengan persoalan ini bila ada desakan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao, Pemerintah daerah memiliki otaritas berkomunikasi dengan semua pihak yakni managemen Bandara D.C Saudale, maskapai penerbangan, guna mencari jalur penerbangan yang lebih memberikan kontribusi keuntungan bagi maskapai, misalnya berani mengambil langkah merumuskan kesepakatan kontribusi belanja perjalanan dinas luar daerah Kabupaten Rote Ndao kepada pihak maskapai, sejauh ini kita telusuri cara ini tidak akan ada aturan yang di langgar karena bukan subsidi langsung tapi kesepakatan Win- Win solution,” Kata Mus Frans
Mus Frans menegaskan pemutusan penerbangan Wings Air kupang- rote dan Rote – Kupang bukan soal teknis namun lebih kepada profit yang terjadi yakni orintasi swasta apalagi perusahaan penerbangan dengan opeasional yang sangat kompleks.
“peran pemerintah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung menjembatani peningkatan kunjungan wisatawan, bila bukan saat ini kapan lagi. Kita masih berharap peran pemerintah kabupaten Rote Ndao,” tegas Ketua Fraksi Partai Hanuara DPRD Rote Ndao itu, (Nasa)






