SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Calon Gubernur NTT 2024 nomor urut dua Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johanis Asadoma menyampaikan kalau saat ini pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao belum memanfaatkan secara maksimal nilai Perbatasan di kabupaten Rote Ndao sebagai pulau terluar dan terselatan Indonesia
“Nilai perbatasan pemerintah Daerah belum manfaatkan sebagai keunggulan komparatif dan kompetitif terhadap di republik ini. Nilai ini harus kita manfaatkan untuk mendapatkan bantuan anggaran tambahan dari pemerintah pusat,” Tegas Calon Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena pada acara rapat konsolidasi Tim pemenangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur NTT di Kantor DPD Golkar Rote Ndao di Desa Holoama Kecamatan Lobalain, Kamis (14/11/2024)
Dikatakan, Melki Laka Lena dengan memanfaatkan nilai Perbatasan sebagai keunggulan Komparatif dan kompetitif untuk mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat
“Daerah ini adalah batas yang menjanjikan untuk percepatan pembangunan baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi,” Ujar Melki Laka Lena
Dijelaskan, Melki Laka Lena hanya pasangan Calon Gubernur Melki-Johni dan dan pasangan Calon Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Apremoi Dethan (Paket Ita Esa) yang memiliki visi untuk memanfaatkan potensi ini
“Saya pikir debat pertama Gubernur yang membuka bagaimana NTT ini dengan suatu pendekatan yang baik, hanya Melki-Johni yang berbicara tentang batas ini. Dan hanya Paket Ita Esa yang berbicara tentang keunggulan ini di Rote Ndao,” Tandas Laka Lena
Dalam rapat konsolidasi ini, Calon Gubernur NTT Melki Laka Lena di Dampingi Calon Bupati Rote Ndao paket Ita Esa Paulus Henuk dan para partai Politik pengusung, dan anggota DPRD Rote Ndao dari Partai Pengusung, dan mantan Anggota DPR RI Charles Mesang
Sebagaimana diketahui pada debat publik ketiga pilkada Rote Ndao 2024 yang di Gelar pada Senin, (11/11/2024) hal ini sempat ditanyakan oleh Calon Bupati Rote Ndao Paulus Henuk kepada Calon bupati/wakil Bupati nomor urut tiga Paulina Bullu dan Sandro Fanggidae (Paket Lentera/Petahana), namun sayang pertanyaan ini tidak bisa dijawab, kemudian lentera memberikan doa yang tulus kepada paket Ita Esa agar menjadi pemenang Bupati Rote Ndao
Paulus Henuk : “ Paslon Nomor urut 3. APBD kita hanya Rp, 800 Milyard lebih. Ada Program Pemerintah Pusat yang namanya Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan ( Gerbangdutas ). Fokus program pembangunan ini adalah masyarakat pesisir, Sanger Talaud sudah, Sabang sudah dapat, Merauke sudah dapat. Pertanyaan saya. Apakah ibu selama menjadi Bupati tahu tentang ada program ini dan apakah pernah ada upaya program ini datang ke Rote Ndao karena anggarannya setiap tahun itu dianggarkan 5 sampai 7 Triliun. Sekali lagi apakah ibu pernah tahu dan berusaha terkait program ini.? Tanya Paulus.
Paulina Bullu : Jawabnya, Terima kasih Paslon urut satu. Tentunya masalah kepemimpinan kami ini bapak. Tinggalkan itu, Bagaimana kedepan supaya kita bisa melaksanakan apa yang diharapkan sesuai paslon satu. Ketika Lentera terpilih maka menjadi perhatian kami. Terima kasih. Jawab Paulina di sambut teriakan perserta pendukung.
Paulus. Henuk,SH. Artinya begini Paslon nomor urut tiga tidak pernah tahu tentang program ini karena sejak tahun 2013 sampai dengan tahun ini anggarannya sudah puluhan Triliun di empat penjuruh mata angin. Sayang sekali pemerintah daerah tidak punya kemampuan diplomasi untuk mendapatkan anggaran ini. Anggaran ini dikhususkan untuk daerah daerah perbatasan
Program ini bisa membiayai insfrastruktur, Kelautan, Pertanian kemudian pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dan Rote Ndao sangat layak, kita sangat layak, sangat layak. Apa lagi kita kaitkan dengan daerah pesisir pulau terluar – terdepan. Luas Rote Ndao Kabupaten Rote Ndao luasnyanya hanya 1 200 km, dan persyaratannya tidak boleh lebih dari 2000 km kita sangat layak untuk dapat. Oleh karena itu apabila Paket ita Esa mendapat kesempatan kami akan akses ke Program ini dengan berkomunikasi dengan pusat.
Paulina Bullu. Terima kasih Paslon nomor 1. Solusi yang diberikan oleh kami dan menjadi perhatian dan “ Kami doakan supaya paslon nomor satu bisa terpilih menjadi Bupati “ Ucapnya menanggapi pertanyaan sambil menunjukan jari telunjuknya yang adalah simbol yang digunakan Paket Paslon Ita Esa yaitu nomor 1 (satu)
(Nasa)






