SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Ratusan warga Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, terancam kehilangan hak pilihnya dalam Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur NTT dan Bupati/Wakil Bupati Rote Ndao yang akan digelar Rabu, 27 November 2024. Hal ini dikarenakan KTP asli mereka diduga ditahan oleh pengusaha Ashar Arabiti dan Eston Sumadi Beda.
Warga mengaku telah menerima undangan dari KPPS untuk mencoblos dengan syarat membawa KTP elektronik asli.
“Ya, kita sudah dapat undangan ikut coblos, disampaikan harus bawa KTP asli,” kata Herlina Gimbang di Kota Baa, Senin (25/11/2024). Namun, Herlina mengeluhkan bahwa KTP miliknya dan keluarganya, yang menjadi syarat untuk memilih, telah diambil oleh Eston Sumadi Beda dan Ashar Arabiti pada Minggu, 24 November 2024, sekitar pukul 10.00 WITA dan belum dikembalikan.
“Ada kasih 5 KTP, kaka dua orang, saya, bapak dan mama, datang itu bilang minta KTP saja,” ujar Herlina.
Lima KTP yang diambil tersebut atas nama Iskandar Gimbang, Kamal Gimbang, Fitria Gimbang, Herlina Gimbang, dan Radiana Gimbang.
Herlina menambahkan bahwa bukan hanya keluarganya yang menjadi korban, tetapi diduga ratusan warga desa lainnya mengalami hal serupa.
Rani Indriany Safitri juga mengaku menjadi korban. KTP-nya diambil oleh seorang tetangga pada Sabtu, 23 November 2024. Ketika Rani menemui tetangga tersebut, ia diberitahu bahwa KTP-nya telah diserahkan kepada Ashar Arabiti.
“Jadi tadi, saya mau ambil KTP kembali, ini bibi bilang begini kamu punya KTP saya sudah kasi di bos Ashar,” ungkap Rani. Tetangga tersebut kemudian menyuruh Rani untuk mengambil langsung KTP-nya dari Ashar Arabiti, Jadi bilang mau ame ya ambil sendiri di bos Azhar, datang itu saya tidak nya karena tidak tau KTP dia mau kasi di sana,” tegas Rani (Nasa)






