SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Jelang Pelantikan Bupati/Wakil Bupati Rote Ndao Terpilih yang akan digelar pada tanggal 20 Februari 2025, Sisa 12 hari lagi Paulus Henuk dan Apremoi Dudelusy Dethan akan memimpin Rote Ndao masa jabatan 2025-2030, namun ironisnya Rumah Dinas Yang akan di tempati Wakil Bupati Rote Ndao pasca pelantikan tidak terurus, di biarkan jadi tempat kotoran hewan,
Rumah dinas yang beralamat di Ne’e Desa Sanggaoen Kecamatan Lobalain ini, sesuai pantauan wartawan, Sabtu (02/02/2025) sekitar pukul 16.25 wita, dipenuhi Kotoran Hewan dan daun kering, dihalaman depan, di teras pintu masuk ke ruang tamu terlihat ada kotoran hewan, rumput tumbuh segar di samping kiri, kanan, depan dan belakang, dan lopo yang tampak di halaman depan juga dipenuhi dengan Kotoran hewan dan rumput kering serta daun kering

Mantan Anggota DPRD Rote Arkhimes Molle, SH,.MA saat dimintai tanggapannya terkait hal ini mengatakan sudah tinggal menunggu hari pelantikan, seyogyanya sudah harus mulai dari sekarang ini pemerintah Daerah dalam hal ini bagian umum dan stafnya berkewajiban melihat, membersihkan dan memperbaiki kondisi rumah jabatan Bupati dan wakil bupati itu, terutama rumah dinas wakil bupati Yang selama ini tidak di huni, sehingga tempat itu betul-betul siap di huni wakil bupati terpilih nanti setelah dilantik
“Kalau sampai saat ini rumah jabatan itu masih semrawut, masih kotor, masih penuh dengan tai atau kotoran hewan, ini sangat disayangkan, rumah jabatan wakil bupati itu rumah pejabat, yang tentunya Selama ini di jaga dilindungi dan di bersihkan, bukan dilakukan pembiaran seperti itu, apakah saat habis pelantikan wakil bupati masuk Pi dalam dengan kondisi yang seperti itu,? Ujar Arkhimes Molle
dikatakan Arkhimes seharusnya rumah Dinas merupakan fasilitas daerah yang selalu dilakukan perbaikan, renovasi dan lain sebagainya

“ini ada anggaran perawatan, ini tanda tanya besar?, ini rumah dinas sebelum masuk Pi dalam su harus dilakukan perbaikan penting, perbaikan kerusakan termasuk dengan keberhasilan, bagaimana mungkin, seorang wakil bupati memasuki rumah dinas yang model begitu, pertanyaannya, orang-orang yang menjaga ini rumah dinas ada dimana,? Cetus Arkhimes

“Harapan saya kalau rumah dinas ini fasilitas yang akan ditempati wakil bupati, maka tentunya ini harus dibersihkan, dipersiapkan, kalau ini tidak dilakukan maka pertanyaannya anggaran yang disiapkan untuk perawatan rumah jabatan ada dimana? ini harus menjadi perhatian penuh dari pemerintah Daerah, bupati sekda dan asisten, bagian umum,” Tegas Arkhimes (Nasa/Tim)







