Pemerintah Pusat Dukung Program Unggulan Satu Desa Satu Produk di NTT dan Rote Ndao

Sunday, 23 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDO-NTT.COM – JAKARTA
Program unggulan Satu Desa Satu Produk atau _One Village One Product_ (OVOP) di NTT mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Desa (Wamendes) Riza Patria, dan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri sepakat untuk mendorong pengembangan produk unggulan desa-desa di NTT agar bisa berkembang dan menembus pasar internasional.

Dukungan ini disampaikan dalam pertemuan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena serta para Kepala Daerah se-NTT yang dihadiri juga Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, bersama dengan ketiga pejabat kementerian tersebut di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Jumat (21/03/2025) malam

Dalam pertemuan ini, Gubernur Melki Laka Lena meminta bantuan pemerintah pusat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi desa di NTT melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan penguatan pasar produk unggulan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pihaknya siap membantu dalam pemetaan dan inventarisasi kawasan hutan di NTT, terutama yang sudah dihuni masyarakat selama puluhan tahun. Menurutnya, persoalan lahan sering menjadi kendala dalam pengembangan desa, terutama ketika wilayah pemukiman dan produksi masuk dalam kawasan hutan lindung.

“Kami akan terus menyelesaikan persoalan perizinan pemanfaatan lahan dengan solusi yang menguntungkan bagi masyarakat, tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan,” ujar Raja Juli Antoni.

Selain itu, ia menambahkan bahwa hutan di NTT memiliki potensi besar untuk mendukung ekonomi desa melalui pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. “Kayu, rotan, madu hutan, dan berbagai hasil hutan lainnya bisa menjadi bahan baku industri kreatif yang bernilai tinggi dan dapat dimanfaatkan khususnya untuk produk-produk UMKM,” tambahnya.

Sementara itu, Wamendes Riza Patria menyoroti tiga tantangan utama yang masih dihadapi desa-desa di NTT, yaitu kualitas sumber daya manusia (SDM), ketersediaan infrastruktur, dan akses permodalan. Menurutnya, pemerintah akan mendorong program kreatif untuk mengatasi tantangan ini.

Baca Juga:  Presiden :  Penataan Labuan Bajo Selesai Tahun Depan

“Salah satu inisiatif yang kami gagas adalah program Bapak/Ibu Asuh Desa, dimana pejabat negara akan menjadi pendamping bagi desa-desa tertentu. Mereka bertugas memberikan edukasi, membantu promosi produk unggulan, serta mendukung kemandirian desa,” jelas Riza.

Tak hanya itu, Kemendes juga akan menggandeng perguruan tinggi dan organisasi masyarakat untuk menyalurkan mahasiswa dan aktivis ke desa-desa guna memberikan pelatihan dan pendampingan bagi warga lokal.

Wamendag, Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan akan membantu memasarkan produk unggulan desa-desa di NTT, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga ke pasar internasional.

“Kami siap mempromosikan UMKM NTT ke 33 negara. Kemendag juga akan membantu meningkatkan kualitas produk agar memenuhi standar ekspor dan mampu bersaing di pasar global,” kata Dyah Roro.

Menurutnya, banyak produk lokal NTT yang memiliki potensi besar, seperti tenun ikat, kopi, garam organik, dan hasil laut, yang bisa dikembangkan lebih luas. Program OVOP dinilai sebagai langkah strategis untuk menggairahkan ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing produk NTT di kancah global.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengapresiasi dukungan dari ketiga kementerian tersebut. Ia optimistis bahwa kerja sama ini akan membawa dampak dan manfaat besar bagi masyarakat NTT.

“Kami berharap program ini bisa berjalan dengan baik, dan dengan dukungan pemerintah pusat, produk-produk unggulan desa-desa di NTT bisa semakin berkembang dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Gubernur NTT.

Dengan sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah, program _One Village One Product_ diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di NTT, menciptakan lapangan kerja baru, serta mengangkat potensi lokal ke level nasional dan internasional.
(Humas Pemprov NTT)

Baca Juga:  Bersama Kementerian Kesehatan, Golkar sukseskan Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Loaholu

 

Berita Terkait

Kolaborasi Strategis, Rote Ndao dan UKSW Fokus Pendidikan, UMKM, hingga Pariwisata
Beban Gaji PPPK Rp112 Miliar, Bupati Rote Ndao Desak Solusi UU HKPD
Apresiasi untuk Insan Pers, Gubernur NTT : Pers Sehat, Bangsa Kuat
Bupati Temui Direktur EBT PLN, Bahas Dukungan Pembangunan Listrik Berbasis Energi Terbarukan
Pertamina Siap Lakukan Survei Awal Rencana Pembangunan Jobber BBM di Rote Ndao
Di Pos Operasi Lilin Turangga Bupati Zoom Meeting Bersama Menko Polkam, Amankan Malam Pergantian Tahun 2026
Kabar Baik, UCB Jadi Kampus Pertama di NTT, Miliki Izin Fakultas Kedokteran
Mantapkan Langkah Jadi Daerah Energi Bersih, Bupati Rote Ndao Hadiri Rapat di Kementerian ESDM
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 25 March 2026 - 20:07

Kolaborasi Strategis, Rote Ndao dan UKSW Fokus Pendidikan, UMKM, hingga Pariwisata

Wednesday, 18 March 2026 - 15:13

Beban Gaji PPPK Rp112 Miliar, Bupati Rote Ndao Desak Solusi UU HKPD

Monday, 9 February 2026 - 17:10

Apresiasi untuk Insan Pers, Gubernur NTT : Pers Sehat, Bangsa Kuat

Wednesday, 4 February 2026 - 20:27

Bupati Temui Direktur EBT PLN, Bahas Dukungan Pembangunan Listrik Berbasis Energi Terbarukan

Wednesday, 28 January 2026 - 08:19

Pertamina Siap Lakukan Survei Awal Rencana Pembangunan Jobber BBM di Rote Ndao

Wednesday, 31 December 2025 - 23:23

Di Pos Operasi Lilin Turangga Bupati Zoom Meeting Bersama Menko Polkam, Amankan Malam Pergantian Tahun 2026

Friday, 12 December 2025 - 21:13

Kabar Baik, UCB Jadi Kampus Pertama di NTT, Miliki Izin Fakultas Kedokteran

Friday, 5 December 2025 - 09:35

Mantapkan Langkah Jadi Daerah Energi Bersih, Bupati Rote Ndao Hadiri Rapat di Kementerian ESDM

Berita Terbaru