SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Tantangan terhadap pemenuhan hak anak masih sangat besar, masih ada anak-anak yang menjadi ibu rumah tangga, korban kekerasan di sekolah, pernikahan dini, hingga keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan yang layak
Demikian disampaikan Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan pada acara Kampanye Perlindungan Anak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional di lapangan Bola kaki Christian Nehemia Dillak, Rabu (23/72025)
melalui momentum hari anak nasional ini, Wakil Bupati mengajak semua semua peserta yang hadir di lapangan Christian Nehemia Dillak untuk refleksi diri sekaligus menjadikan kabupaten Rote Ndao sebagai daerah yang ramah anak dan berpihak pada kepentingan anak
“anak adalah anugerah tuhan yang harus dijaga dan dilindungi, dalam undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas anang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, ditegaskan bahwa setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang, dan berpartisipasi secara wajar dengan harkat dan martabat sesuai kemanusiaan, anak juga berhak mendapatkan perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi,” ucap Wakil Bupati Apremoi
“Saya atas nama pemerintah kabupaten atas Rote Ndao, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana hari anak nasional tahun 2025, khususnya klaster nusa lote barat, atas kerja keras dan komitmen luar biasa dalam menyelenggarakan kegiatan ini dengan penuh makna, terhadap kepedulian kita masa depan anak-anak di daerah ini,” tegas Apremoi
Momentum ini mengusung tema : Anak Hebat Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045, dan sub tema : Lindungi Anak-anak Rote dari Kekerasan
Kegiatan diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana Hari Anak Nasional Cluster Nusa Lote Barat Tahun 2025, yang beroperasi di wilayah Kabupaten Rote Ndao, dimana lembaga ini terdiri dari lembaga Pusat Pengembangan Anak (PPA) dari gereja-gereja se-Cluster Nusa Lote Barat, dan lembaga ini berfokus pada pengembangan dan kesejahteraan anak-anak. Adapun daftar gereja-gereja se-Cluster Nusa Lote Barat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan perwakilan PPA masing-masing sejumlah 12 gereja, berikut adalah rinciannya : GMIT Ebenhaezer Oeteas, GMIT Paulus Busalangga, GMIT Ebenhaezer Boni, GMIT Glrya Lotelutun, GMIT Ebenhaezer Mundek, GMIT Pniel Hundihuk, GMIT Lahai-Roi Oedae, GBI Ba’a, GSKI Shalom Modopedak, GPDI Filadelfia Puamata, GSJA Batumatea Tuanlain, GSJA Maranatha Daelloni
Kegiatan dihadiri Asisten I Pemkab Rote Ndao Drs. Benay Forah, Kapolsek Lobalain IPDA Djoni Elvis Pada, S.H, KBO Satreskrim Polres Rote Ndao IPDA Thomas F. Sunarto Kiak, S.H, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Rote Ndao Regi Kedoh, Ketua Majelis Klasis Lole Pdt. Iswardi Lay, S.Th, Staf Dinas P3AP2KB Kabupaten Rote Ndao, Para pendeta se-Cluster Nusa Lote Barat yang berpartisipasi dalam kampanye tersebut, Ketua Panitia Penyelenggara kegiatan Kampanye Perlindungan Anak Rony Mbado, beserta anggota panitia, para mentor, pelayan dan anak-anak peserta PPA se-Cluster Nusa Lote Barat 2025 dan tokoh agama pada Klasis Rote Barat Laut yang diwakilkan oleh Pdt. Yohanes Lolok, S.Th. (Tim/Nasa)






