SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Rote Ndao menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi aksi perubahan kinerja organisasi yang digagas oleh lima peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 17 Tahun 2025 dari BPSDMD Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Inovasi-inovasi ini dinilai tidak hanya responsif terhadap tantangan pelayanan publik, tetapi juga relevan dan selaras dengan arah pembangunan daerah
Seluruh inovasi telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Rote Ndao dan terdaftar secara resmi dalam Innovation Government Award (IGA).
Kepala Bapelitbangda Kabupaten Rote Ndao, Diana I. Bullu, SE, secara langsung menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kelima peserta tersebut
Diana Bullu menegaskan kalau inovasi digital yang dikembangkan sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah melalui kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao, yang tertuang dalam Program Mbule Sio
“Saya sangat mengapresiasi lima inovasi digital dari peserta PKA 17 ini. Mereka telah menunjukkan kreativitas dan keberanian untuk membawa perubahan nyata. Inovasi-inovasi ini sejalan dengan kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao dalam Program Mbule sio, yang menekankan pelayanan publik yang cepat, efisien, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Bapelitbangda akan terus mendukung implementasi dan keberlanjutan aksi perubahan ini agar menjadi bagian integral dari transformasi birokrasi di Rote Ndao,” ujar Diana Bullu kepada wartawan, Rabu (30/7/2025)
Dengan kolaborasi lintas sektor dan semangat inovasi yang terus tumbuh, Diana Bullu berharap kelima aksi perubahan ini menjadi penggerak utama peningkatan kualitas pelayanan publik dan membawa dampak positif bagi masyarakat di Kabupaten Rote Ndao
Inovasi yang digagas dari Kelima peserta PKA 17 adalah
1. Jodian A. Suki, S.Sos – “Nusa Fua Adminduk dan Kolaborasi Sosial”, untuk transformasi layanan administrasi kependudukan inklusif dan berbasis digital.
2. Hany Fanggidae, SH – “Sio Esa”, inovasi layanan Pendataan dan evaluasi laporan Ormas berbasis digital untuk menjangkau semua Ormas secara lebih adil dan setara.
3. Maximus E. Dopen, ST – “Uma Neulau”, inovasi Sistem Pendataan dan verifikasi perumahan tidak layak huni .
4. Yacob Nunhitu, ST – “Eno Ina Si Mantap Lapen”, Jalan besar, sistem kemantapan jalan lapen kabupaten.
5. dr. Yulia Krones – ” Masaneda Asyik “, Pendekatan baru lewat Ingat Alarm Sistem Informasi Kesehatan yang lebih baik (Tim/Nasa)






