SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Komisi II DPRD Kabupaten Rote Ndao menggelar rapat kerja bersama Dinas Kesehatan, BKPSDM, serta Kepala UPTD Puskesmas Ndao, Stanislaus Pon, di Ruang Komisi II Kantor DPRD Rote Ndao, Selasa (05/6/2026)
Rapat tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas isu yang beredar di media sosial terkait dugaan ketiadaan tenaga kesehatan dan terganggunya pelayanan di Puskesmas Ndao
Dalam forum tersebut, Kepala Puskesmas Ndao, Stanislaus Pon, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan di Puskesmas Ndao hingga saat ini tetap beroperasi sebagaimana mestinya
“Pelayanan kesehatan tetap berjalan sebagaimana mestinya” tegasnya
Ia mengakui bahwa saat ini jumlah tenaga medis yang tersedia sebanyak 27 orang. Namun, untuk mencapai standar pelayanan yang optimal, Puskesmas Ndao masih membutuhkan tambahan sekitar 53 tenaga medis
Atas Kekurangan tersebut tenaga kesehatan yang ada bekerja dengan sistem shift secara berulang guna memastikan pelayanan tetap berjalan
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Rote Ndao, Meksi Mooy, S.Pd., menyampaikan sejumlah rekomendasi sebagai solusi jangka pendek dan menengah. Salah satunya adalah penambahan 15 tenaga medis, yang terdiri dari 6 personel yang dikembalikan ke formasi awal dan 9 tenaga medis tambahan sesuai pertimbangan teknis dari Dinas Kesehatan
Selain itu, Komisi II juga merekomendasikan kenaikan insentif bagi tenaga medis dari Rp 1.000.000 menjadi Rp 2.000.000. Rekomendasi ini didasarkan pada tingginya biaya transportasi laut, mahalnya harga kebutuhan pokok di wilayah kepulauan, serta keterbatasan fasilitas rumah dinas yang memaksa tenaga medis harus menyewa tempat tinggal dengan biaya tinggi
Dalam rapat tersebut juga dibahas pengelolaan akun media sosial Puskesmas Ndao. Komisi II merekomendasikan agar pengelolaan akun dilakukan oleh satu orang guna menghindari simpang siur informasi di tengah masyarakat
Terkait adanya pihak yang menyebarkan isu di media sosial, Komisi II meminta agar persoalan tersebut tidak ditindaklanjuti ke ranah hukum maupun administratif
Hal ini dimaksudkan untuk menjaga semangat kerja serta kondisi mental para ASN yang bertugas di lapangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat
Rapat kerja ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan, sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan yang layak dan berkelanjutan (tim)











