ROTE NDAO, SINDONTT.COM – Proyek Revitalisasi SMA Negeri Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp2.527.466.000, mendapat sorotan
Sorotan muncul setelah adanya dugaan sejumlah pekerjaan tidak sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis yang tercantum dalam proyek
Informasi tersebut disampaikan seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada wartawan, Jumat (25/9/2026)
Sumber tersebut juga menuding pelaksanaan proyek banyak dikendalikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN Rote Selatan, Marni A. Saudale
Menurut sumber itu, terdapat komunikasi dengan sejumlah pihak yang berkaitan dengan pengawasan proyek
“Ini kepala sekolah sampaikan bahwa kerja saja karena masing-masing pihak sudah di-backup. Pengawas proyek, konsultan pengawas sudah diamankan dan bahkan bagiannya sudah diberikan. Jadi kerja saja, dijamin aman,” ujar sumber tersebut
Sumber itu juga mengklaim telah terjadi komunikasi dengan pihak Dinas Pendidikan Provinsi NTT dan konsultan perencana terkait pelaksanaan proyek
Selain itu, ia mempertanyakan keterlibatan panitia dalam proses pengadaan material. Menurut dia, pembelian sejumlah material dilakukan langsung oleh kepala sekolah, termasuk material yang dibeli di Ba’a maupun Kupang
Namun, seluruh tudingan tersebut masih merupakan keterangan dari sumber dan belum terverifikasi secara independen
KAP Atap Lama Digunakan Kembali
Sorotan lainnya datang dari keterangan seorang pekerja proyek yang mengaku bernama Jitro Liu, Saat ditemui di lokasi pekerjaan, Sabtu (26/9/2026), Jitro menyebut dari sejumlah ruangan yang bagian atapnya telah dikerjakan, hanya satu ruangan yang menurut pengamatannya menggunakan KAP atap baru
“Yang saya lihat dari semua ruangan sudah di atap, tidak ada yang ganti KAP. Tidak dibongkar, pakai kembali KAP lama,” ujarnya
Ia mengatakan pekerjaan penggantian KAP baru saat ditemui sedang dilakukan pada salah satu ruangan
“Yang ganti KAP hanya ruang gudang. Ini KAP-nya masih dikerjakan,” katanya
Keterangan pekerja tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diklarifikasi lebih lanjut untuk memastikan kesesuaian pekerjaan di lapangan dengan dokumen perencanaan dan spesifikasi teknis proyek
Kepala Sekolah Belum Beri Klarifikasi
Wartawan kemudian berupaya meminta klarifikasi kepada Plt Kepala SMAN Rote Selatan, Marni A. Saudale, terkait berbagai tudingan tersebut
Saat wartawan mendatangi sekolah pada Sabtu (26/9/2026), diperoleh informasi dari salah seorang guru bahwa kepala sekolah tidak berada di lokasi
Upaya konfirmasi juga dilakukan melalui sambungan telepon seluler, namun hingga saat belum berhasil mendapatkan tanggapan
Nilai Proyek Rp2,5 Miliar
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpampang di lokasi, kegiatan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi SMA dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Sekolah Menengah Atas
Proyek berlokasi di SMAN Rote Selatan, Jalan Keka-Talae, Desa Daleholu, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao
Pekerjaan yang tercantum meliputi rehabilitasi satu ruang guru, satu laboratorium kimia, satu laboratorium komputer, satu toilet, satu perpustakaan, dan sembilan ruang kelas
Selain itu, proyek juga mencakup pembangunan satu ruang BP/BK dan satu rumah dinas guru.
Dalam papan informasi disebutkan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender, terhitung mulai 14 Juli 2026
Nilai pekerjaan tercatat sebesar Rp2.527.466.000 dengan sumber dana APBN Tahun Anggaran 2026 (**)

















