ROTE NDAO, SINDONTT.COM –
Bagi Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, Bola voli bukan sekadar olahraga. Ada kenangan masa kecil, cerita tentang sang mama, dan kecintaan yang tumbuh sejak dirinya belum mampu berjalan sendiri
Kini, perjalanan itu membawanya pada tanggung jawab baru sebagai Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Rote Ndao setelah dilantik oleh Ketua Umum PBVSI NTT Winston Neil Rondo pada Senin (12/10/2026)
Dalam sambutannya, Apremoi menceritakan kedekatannya dengan olahraga bola voli yang sudah terjalin sejak kecil. Sang mama, yang merupakan atlet voli, kerap membawanya saat mengikuti pertandingan di sejumlah wilayah di Pulau Rote.
Oeledo di Kecamatan Rote Timur, Pantai Baru, hingga Ba’a menjadi bagian dari kenangan masa kecil yang masih melekat dalam ingatannya
“Mama saya itu atlet voli. Saya ingat, waktu masih kecil sering dibopong karena Mama sering main voli di Oeledo, Rote Timur dan Pantai Baru, bahkan sampai di Ba’a,” kenang Apremoi
Kenangan Bersama Mama yang Tak Terlupakan
Bagi Apremoi, pengalaman mengikuti sang mama bermain voli menjadi awal kedekatannya dengan olahraga tersebut. Tanpa disadari, suasana pertandingan yang disaksikannya sejak kecil menumbuhkan ikatan tersendiri dengan bola voli
Kecintaan itu terus berlanjut ketika ia memasuki bangku SMP hingga SMA. Apremoi mengaku pernah ikut bermain voli, meski belum menjadikannya sebagai aktivitas utama.
Pengalaman tersebut kini menjadi bagian dari perjalanan personalnya ketika menerima amanah memimpin PBVSI Rote Ndao.
Baginya, tanggung jawab tersebut bukan sekadar jabatan dalam organisasi olahraga. Ada kesempatan untuk ikut mengembangkan olahraga yang telah dikenalnya sejak masa kanak-kanak.
Mengubah Kecintaan Menjadi Prestasi
Memimpin PBVSI tentu membawa tantangan yang berbeda. Apremoi kini dihadapkan pada tanggung jawab untuk mendorong perkembangan bola voli di Rote Ndao melalui kerja bersama pengurus, klub, pelatih, wasit, dan para atlet.
Kecintaan terhadap olahraga saja tidak cukup. Dibutuhkan pembinaan yang berkelanjutan, kesempatan bagi atlet untuk berkembang, serta kerja sama seluruh pihak agar bola voli Rote Ndao dapat melahirkan prestasi.
Kenangan masa kecilnya menjadi cerita tersendiri di tengah tanggung jawab tersebut. Dari seorang anak yang mengikuti ibunya bermain voli, Apremoi kini berada di posisi untuk ikut menentukan arah pembinaan olahraga itu di daerahnya.
Ia berharap amanah kepemimpinan selama empat tahun ke depan dapat dijalankan dengan semangat yang sama seperti kecintaan yang telah tumbuh sejak kecil.
“Jadi sebenarnya voli ini juga bukan hal baru bagi saya, tapi sudah mendarah daging di dalam tubuh saya,” ujarnya.
Kalimat itu menegaskan bahwa bagi Apremoi, bola voli memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan hidupnya. Kini, kecintaan tersebut menjadi bekal untuk menjalankan amanah dan mendorong kemajuan bola voli di Kabupaten Rote Ndao (**)

















