KUPANG, SINDONTT.COM – Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, menyampaikan kebanggaan atas perjuangan dua tim pelajar dari daerahnya yang mengikuti turnamen GAMKI-PBVSI Cup I di Kupang.
Bagi Apremoi, keikutsertaan para pelajar tersebut bukan sekadar tentang menang atau kalah di lapangan. Keberanian menyeberangi laut untuk bertanding menjadi bukti semangat generasi muda Rote Ndao dalam membawa nama sekolah dan daerah ke tingkat yang lebih luas.
Dua tim yang mewakili Rote Ndao dalam turnamen tersebut adalah SMA Negeri 1 Lobalain yang tergabung dalam Grup C dan SMA Negeri 1 Rote Timur di Grup G.
Apresiasi itu disampaikan Apremoi, yang juga menjabat Wakil Bupati Rote Ndao, melalui video testimoni dukungan kepada para atlet yang diterima ROLLE.id (Rote Malole), Kamis (15/10/2026).
Membawa Harapan
Apremoi menilai perjuangan para pelajar untuk mengikuti turnamen di Kupang patut mendapat penghargaan. Mereka datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga membawa kebanggaan sekolah dan harapan masyarakat Rote Ndao.
“Kalian menyeberangi laut membawa semangat sekolah dan harapan masyarakat Rote Ndao,” ungkap Apremoi dalam video dukungannya.
Menurut dia, pengalaman mengikuti kompetisi di luar daerah merupakan kesempatan berharga bagi para atlet muda untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan membangun kepercayaan diri.
Keikutsertaan dua tim tersebut juga menunjukkan bahwa keterbatasan jarak dan tantangan perjalanan tidak harus menjadi penghalang bagi pelajar Rote Ndao untuk berani bersaing.
Pesan untuk Bertanding dengan Sportivitas
Turnamen GAMKI-PBVSI Cup I diikuti 43 tim sekolah dengan lebih dari 602 atlet. Persaingan tersebut menjadi ajang bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus belajar menghargai lawan.
Apremoi berpesan agar kedua tim Rote Ndao menjalani setiap pertandingan dengan penuh percaya diri, menjaga kekompakan, serta mengutamakan sportivitas.
Ia juga mengingatkan para atlet untuk menghormati lawan, wasit, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pertandingan serta mematuhi aturan permainan.
Menurutnya, prestasi olahraga tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari sikap, disiplin, dan karakter yang ditunjukkan selama kompetisi.
Dengan semangat tersebut, para pelajar diharapkan dapat menjadikan turnamen ini sebagai pengalaman penting dalam perjalanan mereka menekuni olahraga bola voli.
Menatap Kebangkitan Voli Rote Ndao
Apremoi berharap keikutsertaan SMA Negeri 1 Lobalain dan SMA Negeri 1 Rote Timur menjadi bagian dari kebangkitan bola voli di Kabupaten Rote Ndao.
Pengalaman bertanding di Kupang diharapkan tidak berhenti sebagai agenda kompetisi semata, tetapi menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi turnamen berikutnya.
Salah satu target yang disorot adalah Kejuaraan Daerah (Kejurda) Ben Mboi Memorial Cup II di Soe. Pembinaan yang berkelanjutan juga diharapkan dapat membuka peluang bagi atlet-atlet Rote Ndao untuk memperkuat tim Nusa Tenggara Timur pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Harapan tersebut membutuhkan kerja sama antara atlet, pelatih, sekolah, organisasi olahraga, dan berbagai pihak yang mendukung perkembangan bola voli di daerah.
Dari Rote untuk Prestasi yang Lebih Besar
Bagi Apremoi, perjalanan kedua tim pelajar ke Kupang merupakan langkah penting dalam membangun mental bertanding dan menumbuhkan keyakinan bahwa atlet Rote Ndao mampu bersaing.
Hasil pertandingan memang penting, tetapi keberanian untuk melangkah, kesediaan belajar, dan semangat membawa nama daerah juga menjadi bagian dari perjuangan olahraga.
Ia pun menyampaikan seruan penyemangat bagi para atlet yang sedang berjuang di lapangan.
“Dari Rote, kita bangkit. Di lapangan, kita buktikan!” tegas Apremoi.
Pesan itu menjadi dorongan bagi para pelajar untuk memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa semangat kebangkitan bola voli Rote Ndao ke panggung yang lebih luas (**)

















