SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rote Ndao menyelenggarakan “Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Materi Penyuluhan” bagi para Penyuluh Agama Islam (PAI) se-Kabupaten Rote Ndao
Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Ricky pada Sabtu, 24 Mei 2025, ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyuluh dalam membuat konten dakwah yang menarik, inovatif, dan relevan dengan perkembangan era digital.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Direktur Jenderal (Kepdirjen) Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Nomor 1172 Tahun 2024, yang mewajibkan Penyuluh Agama Islam aktif di media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan keagamaan, moderasi beragama, dan nilai-nilai kebangsaan.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao, Nakir Kolloh, S.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya adaptasi penyuluh agama terhadap perkembangan teknologi. Ia menyatakan bahwa regulasi dari pusat menjadi panduan strategis bagi PAI.

“Media sosial kini menjadi sarana strategis untuk menyampaikan pesan agama yang positif dan konstruktif. Penyuluh agama diharapkan mampu beradaptasi dan memaksimalkan teknologi ini untuk meningkatkan efektivitas dakwah dengan menjangkau khalayak yang lebih luas,” ujar Nakir Kolloh.
Ia menambahkan, inisiatif ini tidak hanya memperkuat penyampaian pesan agama tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan digital, sejalan dengan kampanye “Bangun Tim yang Efektif untuk Menyebarkan Nilai Positif”.
Para penyuluh juga diarahkan membentuk Tim Efektif Media Sosial yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengelola konten dakwah yang kreatif, edukatif, dan relevan.
Dengan adanya pelatihan ini, Kemenag Rote Ndao berharap para penyuluh agama dapat semakin optimal dalam menjalankan tugas dakwahnya di ruang digital, sehingga pesan-pesan keagamaan dapat tersebar lebih luas dan efektif, demi terciptanya masyarakat yang religius dan harmonis.
Salah satu narasumber pelatihan, Ricky Ndolu, S.Kom, memfokuskan materinya pada penguatan kapasitas teknis para penyuluh dalam menciptakan konten digital.
“Pelatihan ini difokuskan pada penguatan kapasitas penyuluh agama Islam dalam membuat konten dakwah digital yang menarik dan mudah dipahami,” kata Ricky.
Dalam sesi praktiknya, Ricky melatih peserta menggunakan berbagai perangkat lunak.
“peserta dilatih menggunakan tools seperti Canva untuk desain visual, CapCut untuk editing video, dan teknologi AI untuk membantu proses dan ide konten,” tambahnya.
Para peserta, yang berasal dari kecamatan Rote Barat Daya, Rote Barat Laut, Lobalain, Pantai Baru, dan Rote Timur, juga terlibat aktif dalam praktik pembuatan konten. Mereka diberi kebebasan memilih tema dakwah seperti zakat dan ekonomi umat, moderasi beragama, keluarga dalam Islam, hingga sertifikasi halal, untuk kemudian diproduksi menjadi konten video pendek, infografis, atau narasi edukatif sesuai gaya masing-masing.
Selain Ricky, turut hadir sebagai narasumber Arga, penyiar dari Radio Republik Indonesia (RRI) Rote, yang juga berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam pembuatan konten. (Tim)






