SINDONTT.COM, KABUPATEN KUPANG-
Menyikapi situasi darurat Corona Virus Diaese (Covid-19), Pengusaha penggilingan padi di kabupaten Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta tetap beroperasi.
Permintaan itu disampaikan anggota DPRD NTT, Adrian Manafe ketika dihubungi media ini beberapa hari lalu menyikapi keluhan warga jelang musim panen bulan Mei 2020.
Menurut Adrian, saat ini Indonesia sedang menghadapi situasi darurat Covid-19, namun pemerintah juga harus memperhatikan ketersediaan komoditi beras karena ada kepanikan dari masyarakat sehingga menyetok beras atau panic buying dalam jumlah besar di rumah masing-masing.
“oleh karena itu saya berharap agar semua pengusaha penggilingan padi di kabupten kupang harus tetap mengoperasikan penggilingan padinya tetapi menaati protokol Kesehatan seperti menerapkan Physical Distancing dan Social Distancing.” tandas politisi muda asal partai Hanura itu.
Sesuai keputusan Perpadi Pusat, lanjut Manafe, ada poin himbauan kepada semua perusahaan penggilingan beras harus tetap beroperasi untuk melayani masyarakat yang hendak melakukan penggilingan pasca panen bulan Mei.
“Yah kita tahu bahwa semua saat ini harus jaga imun tubuh agar tetap kuat, tetapi beras merupakan kebutuhan dan makanan pokok kita juga sehingga perlu dibuka penggilingan padi walaupun setengah hari saja.” ujarnya.
Manafe berharap agar pemerintah bisa memperhatikan para pengusaha penggilingan padi yang sudah mengambil kredit di Bank agar para debitur bisa dipermudah dengan meniadakan syarat harus melunaskan duluan pinjaman yang sudah ada, agar para pengusaha terus menjalankan usaha penggilingan padi demi pemenuhan kebutuhan beras dalam rumah tangga masyarakat.
Sebelumnya, pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui satuan gugus tugas penanganan Covid-19 meminta para pemilik mesin penggilingan padi di NTT untuk tetap membuka pelayanan penggilingan padi setengah hari.
Permintaan itu disampaikan Karo Humas dan Protokol Pemprov NTT sekaligus Jubir Covid-19 Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu, Selasa, (28/4) menindaklanjuti keluhan warga terkait tidak beroperasinya sejumlah mesin penggilingan padi.
“Menyikapi situasi pandemi Covid-19 saat ini, pemerintah provinsi NTT mengimbau para pemilik mesin penggiling padi di NTT untuk tetap membuka dan memberikan kesempatan kepada warga yang ingin giling padi.” ujarnya.
Marius meminta para pemilik mesin penggiling padi untuk tetap membuka penggilingan padi walaupun tidak sepanjang hari. Namun, tetap memberikan pelayanan penggilingan agar stok beras tetap aman.
“Kita berharap bapak dan ibu para pemilik mesin penggiling padi tidak harus membuka sepanjang hari. Buka mungkin sampai jam 12 siang saja tidak apa-apa yang penting jangan tutup, sehingga masyarakat bisa tetap menggiling padi hasil panen.” ujarnya. (Rls).






