WTP 5 tahun berturut-turut, NTT Terima Penghargaan dari Kementerian Keuangan

Avatar photo

Wednesday, 23 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.ID – KOTA KUPANG
Provinsi NTT mendapatkan penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) atas raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)  untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) selama lima tahun berturut-turut.

Penghargaan tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2020, Selasa (22/09/2020), dilaksanakan secara virtual yang bertemakan “Tantangan Akuntabilitas Keuangan Negara dalam Penanganan Pandemi Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Provinsi  NTT mendapatkan opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2019, Ada 286 entitas  laporan dari Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah (Pemda)  yang menerima penghargaan karena raihan WTP 5 tahun berturut-turut. Sementara Kementeria/Lembaga dan Pemda yang memperoleh Penghargaan karena 10 kali berturut WTP sejumlah 41 entitas, Untuk laporan keuangan tahun 2019, ada  570 entitas yang dapatkan WTP.

Dalam acara virtual yang dihadiri sekitar 1.000 orang perwakilan dari Kementerian/Lembaga dan Pemda, Menteri Keuangan, Sri Mulyani memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah melakukan sinergi kuat dalam wujudkan pertanggungjawaban keuangan negara secara  profesional, akuntabel dan transparan,  Apresiasi khusus diberikan kepada BPK sebagai  eksternal auditor.

“WTP merupakan tanda meningkatnya kualitas dari laporan keuangan pemerintah. Untuk tahun 2019, terjadi peningkatan WTP dari kementerian/lembaga yakni sebanyak 84 entitas dari 81  pada tahun 2018. Sementara untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah  (LKPD) tahun anggararan 2019, ada sejumlah  486 yang terima WTP dari 542 Pemerintah Daerah secara keseluruhan, atau 89,7 persen. Capaian ini diharapkan jadi indikator, tidak hanya dalam pengelolaan keuangan negara tapi juga menggambarkan fungsi dan tugas tanggung jawab Pemerintah yang lebih baik,” jelas Sri Mulyani.

Baca Juga:  di masa kepemimpinan VBL dan JNS, Presiden Jokowi Lima Kali Kunjungi NTT

Mantan Direktur Bank Dunia tersebut mengharapkan agar Kementerian/Lembaga dan pemda yang belum peroleh WTP, dapat mengambil langkah yang efektif dan terukur untuk jalankan rekomendasi dari BPK secara sungguh-sunggguh.

“Dengan komitmen dan perbaikan tata kelola keuangan daerah yang komprehensif diharapkan kementerian/lembaga dan Pemerintah Daerah yang belum dapatkan WTP, dapat memperolehnya pada tahun 2020 ini,” pungkas Sri Mulyani.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah NTT, Zacharias Moruk yang mengikuti Rakernas secara virtual dari Ruang Rapat Asisten Kantor Gubernur menjelaskan, pihaknya akan terus berupaya untuk mempertahankan prestasi tersebut. Juga akan memperkuat koordinasi, kerjasama dan monitoring dengan berbagai pihak agar semakin banyak Kabupaten/Kota yang mendapatkan WTP.

“Sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2020, baru 2 kabupaten yang sudah  dapatkan WTP empat kali yakni Kabupaten Sikka dan Sumba Timur.  Untuk LKPD 2019, ada 11 kabupaten/kota  yang dapatkan WTP. Salah satunya Kota Kupang, setelah sekian  lama tidak dapatkan WTP. Target kami, tahun 2022, semua Kabupaten/Kota di NTT dapatkan WTP.” jelas Zacharias Moruk.

Terkait dengan pandemi covid-19 yang jadi tantangan besar pengelolaan keuangan negara dan daerah  tahun anggaran 2020, Zacharias Moruk tetap optimis Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota akan tetap meraih WTP. Pemerintah Provinsi tetap mengawal proses refokusing dan realokasi anggaran yang dilaksanakan  Kabupaten/Kota se- NTT sehingga dapat  berjalan dengan baik.

“Sudah 5 kabupaten yang sudah mengajukan perubahan anggaran untuk tahun 2020 ini yakni kabupaten Kupang, TTS, Sumba Timur, Ngada dan Sumba Barat Daya. Kami targetkan akhir September atau awal Oktober, APBD perubahan ini dapat selesai baik untuk Provinsi maupun seluruh Kabupaten/Kota di NTT.” pungkas Zacharias Moruk.
(Humas dan protokol pemda Prov. NTT)

Baca Juga:  Gubernur VBL : NTT Pasti Kaya

Berita Terkait

Padi Terdampak Proyek K-SIGN Mati, Dinas Pertanian Serahkan Standar Ganti Rugi Ke Nindy Karya
Ekonomi Tumbuh 7,96 Persen, Bupati Raih Penghargaan Kabupaten Terentaskan Paling Progresif
Surat Berisi Berita Bohong, Tentang Proyek K-SIGN Rote Ndao, Bupati : Lawan Berniat Jahat
Nindya Karya Tak Lepas Tangan, Siapkan Kompensasi Bagi Petani Terdampak Proyek K-SIGN
Bawa Nama Rote Ndao di Malaysia, Anggota DPR RI Ajak Wakil Bupati Dukung Talenta Anak Muda
Forum Kemendagri, Bupati Soroti Ketimpangan Kewenangan Pajak Kabupaten dan Provinsi
Puluhan Tahun Menanti, Dua Wilayah di Rote Ndao Segera Nikmati Listrik PLN Tahun Ini
Upacara HUT RI ke-81, KKP Bawa Kabar Besar : Proyek Garam Rote Ndao Berlanjut, Ini Penggerak Ekonomi
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 6 October 2026 - 14:52

Padi Terdampak Proyek K-SIGN Mati, Dinas Pertanian Serahkan Standar Ganti Rugi Ke Nindy Karya

Thursday, 1 October 2026 - 06:12

Ekonomi Tumbuh 7,96 Persen, Bupati Raih Penghargaan Kabupaten Terentaskan Paling Progresif

Tuesday, 29 September 2026 - 06:50

Surat Berisi Berita Bohong, Tentang Proyek K-SIGN Rote Ndao, Bupati : Lawan Berniat Jahat

Saturday, 26 September 2026 - 13:45

Nindya Karya Tak Lepas Tangan, Siapkan Kompensasi Bagi Petani Terdampak Proyek K-SIGN

Tuesday, 15 September 2026 - 11:18

Bawa Nama Rote Ndao di Malaysia, Anggota DPR RI Ajak Wakil Bupati Dukung Talenta Anak Muda

Friday, 4 September 2026 - 09:18

Forum Kemendagri, Bupati Soroti Ketimpangan Kewenangan Pajak Kabupaten dan Provinsi

Tuesday, 1 September 2026 - 17:01

Puluhan Tahun Menanti, Dua Wilayah di Rote Ndao Segera Nikmati Listrik PLN Tahun Ini

Monday, 17 August 2026 - 10:09

Upacara HUT RI ke-81, KKP Bawa Kabar Besar : Proyek Garam Rote Ndao Berlanjut, Ini Penggerak Ekonomi

Berita Terbaru