Gubernur NTT minta Kepala Daerah Bangun Cara pikir Pariwisata

Avatar photo

Wednesday, 7 October 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.ID- NUSA TENGGARA TIMUR-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta para Kepala Daerah sedaratan Flores, Lembata dan Alor serta Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) untuk membangun cara berpikir pariwisata yang integral. Desain-desain pariwisata harus dirancang secara baik dengan mengutamakan keunggulan dan keunikan setiap daerah untuk dapat dipromosikan oleh BOP.

“Basis dalam membangun pariwisata ke depan adalah masyarakat. Masyarakat model mana yang kita ingin wujudkan dengan pariwisata. Kita harus mampu mendesain berbagai kebijakan pariwisata untuk kepentingan community tourism  atau masyarakat pariwisata. Karenanya perlu dibangun cara berpikir pariwisata,” kata Gubernur VBL saat memberikan arahan pada acara Forum Floratama 2020 : Rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata Wilayah Koordinatif BOPLBF di Ayana Resort Komodo, Labuan Bajo, Selasa (06/10/2020).

Ada sebelas Kabupaten yang menjadi wilayah koordinatif BOPLBF yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor serta  Bima dari Provinsi NTB.

Menurut Gubernur, membangun pariwisata harus mulai dengan konsep yang jelas dan dimengerti. Dimulai dari teori  seperti apa lalu turunan serta  prakteknya  harus didesain dengan jelas. Apalagi bicara tentang pariwisata yang premium dan berkelanjutan.

“Jangan kita bicara pariwisata dengan konsep yang wow tapi tidak kita mengerti. Dalam rapat ini,  tidak boleh kita omong hal-hal yang kita sendiri tidak tahu. Harus jelas ilmunya seperti ini, turunannya bagaimana? Kerangka berpikir masyarakat seperti ini, kerangkan berpikir pemerintah harus begini dan dunia usaha harus seprti ini. Ini harus dimengerti dan didesain dengan baik, baru kita dapat melayani masyarakat, secara baik,” jelas Gubernur VBL.

Secara khusus,  Gubernur meminta para Kepala Dinas Pariwisata se-daratan Flores, Lembata dan Alor agar  punya mindset pariwisata serta menunjukan cara kerja yang luar biasa. Juga mesti mampu membangun jaringan dengan para pelaku dan pegiat pariwisata nasional dan  dunia serta  meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris.

Baca Juga:  Dirjen KSDAE Apresiasi Kinerja Pemprov NTT

“Saya minta desain pariwisata kawasan ini harus sudah selesai secepatnya. Badan otorita maunya apa,  kerjanya apa dan masa depannya yang ingin dicapai seperti apa. Desain pariwisata seluruh kabupaten Flores, Lembata dan Alor harus menyatu di sana. Badan Otorita juga bisa ambil inisiatif untuk menanyakan apa sih yang dimiliki oleh Labuan Bajo dan Flores untuk dijual? Harus ada kolaborasi. Tidak boleh  Badan Otoritanya jalan sendiri, pemerintah kabupatennya jalan sendiri dan gubernurnya jalan sendiri. Ini harus dihilangkan,” jelas Gubernur.

Gubernur meminta BOBF untuk bersama para Bupati mendesain dua produk unggulan pariwisata lengkap dengan narasinya yang akan dikembangkan pada tahun 2021. Keduanya dibuat dalam agenda pariwisata dan dijual ke luar negeri.

“Ini tugasnya Badan Otorita Pariwisata. Harus bisa  memastikan kedua produk unggulan itu bisa disuka, ditonton dan diketahui oleh semakin banyak orang. Karena itu bisa menarik orang datang ke sini. Rencana apa saja yang terkait pariwisata agar semakin dikenal dunia,  BOPLBF ada di sana. Sale dan marketingnya harus terintegrasi dengan baik. BOPLBF  tidak perlu terlibat dalam pembangunan infrastruktur, “ jelas Gubernur.

Pada akhir arahannya, Gubernur sekali lagi menyinggung tentang masalah sampah yang dapat mencoreng pariwisata Flores khsususnya dan NTT umumnya.

“Ini salah satu perintah dan konsen presiden dalam pengembangan pariwisata premium Labuan Bajo. Manajemen pengelolaan sampah harus jelas. Saya berharap forum ini dapat merumuskan kapan masalah ini dapat diatasi karena ini masalah penting,” pungkas Gubernur.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Parera berharap agar BOPLBF sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat  sungguh memperhatikan pembangunan destinasi pariwisata yang terintegrasi.

“Harus ada peta jalannya yang memungkinkan orang tidak hanya datang ke Labuan tapi juga ke Wae Rebo, Riung, Bena, Kelimutu sampai ke Flores Timur, Alor, Lembata dan NTT pada umumnya,. Semua daerah ini punya potensi-potensi pariwisata yang luar biasa,” jelas Hugo Parera.

Baca Juga:  BKN Kanreg X Denpasar Sosialisasi P2K Kepada PNS Rote Ndao

Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan sebagai wadah pendekatan terpadu dan komprehensif untuk semua aspek yang melibatkan semua pemangku kepentingan baik pusat maupun daerah untuk bangun koordinasi aktif  untuk pembangunan pariwisata di 11 kabupaten koordinasi BOPLBF.

“Forum ini sejatinya merupakan bentuk komitmen BOPLBF mewadahi pertemuan kolaborasi para pemangku kepentingan pariwisata dari berbagai latar belakang untuk menghimpun berbagai informasi, ide dan gagasan pengembangan pariwisata kelas dunia yang berkelanjutan,” jelas Shana.

Dalam kesempatan tersebut ditandatangani Komitmen Bersama pegembangan pariwisata Flores Lembata, Alor dan Bima oleh perwakilan masing-masing kabupaten, Kementerian Pariwisata, Dirut BOPLBF, Anggota DPR RI dan Gubernur NTT.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur kementerian pariwisata, Bupati Manggarai Barat, Penjabat Sementara Bupati Manggarai , Bupati Manggarai Timur, Bupati Nagekeo, Bupati Ende, Bupati Sikka, Bupati Lembata, Bupati Bima, Wakil Bupati Flores Timur, pimpinan perangkat daerah lingkup pemerintah provinsi NTT, para Kadis Pariwisata dari masing-masing kabupaten, insan pers dan undangan lainnya.
(Humas Pemprov NTT)

Berita Terkait

Paulus Henuk Pimpin HKTI Rote Ndao, Ini Pesan Penting Nyongki Malelak Bagi Petani
HUT ke-50 Klasis Lobalain, Bupati Bicara Pelayanan Tepat Sasaran
12 Dokter Internsip Mulai Pengabdian di Rote Ndao, Bupati : Berikan Pelayanan Terbaik
Aduh, Kadis ini, Mengaku Tak Tahu Kronologi Pergeseran Anggaran Miliaran Rupiah, DPRD Pending
DPRD Tunda Bahas Pergeseran Anggaran Rp 2,3 Miliar, Kadis Pertanian : Saya Tidak Tau
Pastikan Air Bersih Untuk Dua Desa, Bupati Hibahkan Jaringan Perpipaan
Terima Tambahan DAU, Bupati Ajukan Tiga Ranperda di Sidang III DPRD Rote Ndao
Demi Keselamatan Warga, Pemkab Rote Ndao Siapkan Rp 990 Juta, untuk Penerangan Jalan Umum
Tag :

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 02:31

Paulus Henuk Pimpin HKTI Rote Ndao, Ini Pesan Penting Nyongki Malelak Bagi Petani

Saturday, 19 September 2026 - 10:28

HUT ke-50 Klasis Lobalain, Bupati Bicara Pelayanan Tepat Sasaran

Thursday, 17 September 2026 - 22:11

12 Dokter Internsip Mulai Pengabdian di Rote Ndao, Bupati : Berikan Pelayanan Terbaik

Saturday, 12 September 2026 - 22:43

Aduh, Kadis ini, Mengaku Tak Tahu Kronologi Pergeseran Anggaran Miliaran Rupiah, DPRD Pending

Saturday, 12 September 2026 - 18:07

DPRD Tunda Bahas Pergeseran Anggaran Rp 2,3 Miliar, Kadis Pertanian : Saya Tidak Tau

Wednesday, 9 September 2026 - 23:45

Pastikan Air Bersih Untuk Dua Desa, Bupati Hibahkan Jaringan Perpipaan

Tuesday, 8 September 2026 - 12:05

Terima Tambahan DAU, Bupati Ajukan Tiga Ranperda di Sidang III DPRD Rote Ndao

Friday, 28 August 2026 - 18:59

Demi Keselamatan Warga, Pemkab Rote Ndao Siapkan Rp 990 Juta, untuk Penerangan Jalan Umum

Berita Terbaru