Di Hadapan Peserta Rakerstra OJK, Gubernur Ungkap Strategi Percepatan Pembangunan NTT

Avatar photo

Friday, 6 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.ID – NUSA TENGGARA TIMUR
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Kunjungan Kerja di Labuan Bajo-Kabupaten Manggarai Barat mulai  Kamis (5/11) sampai Sabtu (7/11).

Dalam Kunjungan Kerja pada hari Kedua, Gubernur VBL menjadi keynote speech pada kegiatan Rapat Kerja Strategis (Rakerstra) OJK di Ayana Resort-Labuan Bajo, Jumat (6/11).

Menurut Gubernur VBL, NTT merupakan daerah dengan persentase kemiskinan tertinggi  ketiga di Indonesia.  NTT sebenarnya miliki potensi sumberdaya dan industri yang besar namun kurang didesain secara baik, prilaku korupsi yang masih tinggi serta  pelayanan perijinan yang kurang maksimal.

“Daerah ini sangat bagus potensinya tetapi tidak didesain dengan baik. Salah satu hambatan bagi akselerasi ekonomi NTT adalah tingginya ICOR (Incremental Capital Output Ratio) atau rasio output modal tambahan yang masih tinggi. ICOR NTT di kisaran 10. Artinya untuk menghasilkan satu unit output PDRB di NTT, membutuhkan 10 modal tambahan investasi. Hal ini membuat ekonomi NTT inefisien. ICOR NTT ini lebih tinggi dari ICOR nasional yang ada  di kisaran 6. Inilah yang menyebabkan industri di NTT sulit berkembang. Hal ini disebabkan oleh perijinan berbelit-belit serta  korupsi yang masih tinggi. Dalam masa pemerintahan kami, saat ini berdasarkan hasil laporan KPK kepada Bapak Presiden, NTT masuk dalam lima besar provinsi terbaik dalam pengendalian korupsi. Sebelumnya NTT masuk kategori sebagai provinsi terkorup keenam,” ungkap Gubernur Viktor.

Selanjutnya Gubernur Laiskodat menguraikan,  Indonesia saat ini masih mengimpor daging  sapi dengan kualitas Premium. Sementara  Indonesia sesunguhnya mampu menyiapkan daging tersebut jika ada komitmen kuat dari berbagai pihak yang berkompeten. Hal ini berlaku juga untuk garam industri yang potensinya sangat besar di Indonesia.

Baca Juga:  Bupati Rote Ndao Sambut Kunker Kapolda NTT Secara Adat

“Impor daging ini bukan dikarenakan Indonesia tidak mampu mendesain dan mengembangkan sapi seperti sapi Wagyu akan tetapi masih kurangnya komitmen dan  keberpihakan kepada para petani-peternak. Manakala empat  tahun kedepan kita menyiapkan desain bagi para petani-peternak untuk jenis sapi Wagyu dengan kualitas daging premium, maka untuk kebutuhan daging premium dalam negeri tak perlu lagi impor . Sama halnya dengan Garam. Indonesia masih mengimpor 2,7 juta metrik ton garam industri. Sementara kita punya kapasitas komoditi strategis ini (garam) yang   mampu penuhi kebutuhan industri dalam negeri. Untuk itu kami selalu ajak pemerintah Pusat untuk menghentikan impor garam dan kita bangun industri garam dalam negeri,” tegas Gubernur VBL.

Untuk mendukung hal tersebut, lanjut Gubernur VBL, NTT melakukan percepatan pembangunan melalui cara-cara yang tidak biasa. Meretas rantai kemiskinan dengan pola pendekatan kolaborasi bersama stakeholder terkait melalui optimalisasi potensi yang ada.

“Pada sektor pariwisata  dengan atraksi yang luar biasa, kami sementara menyiapkan infrastruktur pendukung dan SDM  untuk mewujudkan Pariwisata sebagai Prime mover pembangunan. Menyiapkan industri pakan ternak di NTT agar tidak terjadi Capital Flight dari sektor pakan ternak babi dan ayam yang setelah kami hitung, setahun senilai 1,8 triliun rupiah. Juga  telah ada ranch sapi di Sumba. Kami juga siapkan anggaran untuk mereplikasinya demi memenuhi kebutuhan daging premium Indonesia yang dihasilkan oleh peternak NTT. Untuk garam, kami memiliki lahan garam di NTT yang selama 26 sudah ada ijinya tapi tidak berjalan. Saat ini kami sementara menyiapkan garam lokal dengan kualitas NaCL terendah 95 persen untuk mendukung kebutuhan garam industri dalam negeri. Dan dipastikan kami menyiapkan 1.800 ha untuk tahun depan dipanen langsung oleh Bapak Presiden. Dan juga komoditi kelor, kopi dan coklat yang merupakan kualitas dunia sementara kami siapkan rantai ekonominya. Semuanya ini untuk wujudkan NTT Bangkit Menuju Sejahtera,” jelas Gubernur Viktor.

Baca Juga:  Sambut Paskah, UPT KPH Sumba Tengah Bagi 6.600 Bibit Buah Untuk Jemaat

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam sambutanya menyampaikan apresiasi terhadap Gubernur NTT yang berkrnan hadir dalam kegiatan Rakestra yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Tentunya ada alasan kenapa Labuan Bajo dipilih sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan ini.

“Saat ini kami terdiri dari 9 orang dewan komisioner dan saya ketuanya. Peserta yang hadir saat ini sebanyak 300-an  lebih. Terdiri dari  para pejabat OJK seluruh Indonesia yang hadir secara virtual dan fisik. Dengan pendekatan pembangunan  Pariwisata sebagai Prime mover, pengembangan Industri Pertanian, Peternakan dan Perikanan di NTT tentu akan berkembang pesat. Labuan Bajo juga pantas  jadi   destinasi Wisata Super Prioritas di Indonesia,” jelas  Wimboh.

Selanjutnya Wimbo menegaskan, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap dalam kondisi terjaga berkat sejumlah kebijakan yang telah dilakukan. Termasuk pemberian restrukturisasi kredit perbankan sebagai  bagian dari kebijakan di luar kebiasaan karena Covid-19.  Masa pemberian relaksasi restrukturisasi kredit perbankan tersebut juga diputuskan untuk diperpanjang selama setahun terhitung dari Maret 2021 menjadi Maret 2022.

“Kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit yang sudah dikeluarkan OJK sejak Maret tahun ini terbukti bisa menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dari tekanan ekonomi akibat dampak pandemi Covid–19. Sehingga untuk tahapan percepatan pemulihan ekonomi kita perpanjang lagi sampai Maret 2022. Hal ini  mesti kita optimalkan karena ruang pertumbuhan ekonomi yang besar ada daerah-daerah termasuk NTT,” pungkas Wimboh Santoso.
(Humas Setda pemprov NTT)

Berita Terkait

Paulus Henuk Pimpin HKTI Rote Ndao, Ini Pesan Penting Nyongki Malelak Bagi Petani
HUT ke-50 Klasis Lobalain, Bupati Bicara Pelayanan Tepat Sasaran
12 Dokter Internsip Mulai Pengabdian di Rote Ndao, Bupati : Berikan Pelayanan Terbaik
Aduh, Kadis ini, Mengaku Tak Tahu Kronologi Pergeseran Anggaran Miliaran Rupiah, DPRD Pending
DPRD Tunda Bahas Pergeseran Anggaran Rp 2,3 Miliar, Kadis Pertanian : Saya Tidak Tau
Pastikan Air Bersih Untuk Dua Desa, Bupati Hibahkan Jaringan Perpipaan
Terima Tambahan DAU, Bupati Ajukan Tiga Ranperda di Sidang III DPRD Rote Ndao
Demi Keselamatan Warga, Pemkab Rote Ndao Siapkan Rp 990 Juta, untuk Penerangan Jalan Umum
Tag :

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 02:31

Paulus Henuk Pimpin HKTI Rote Ndao, Ini Pesan Penting Nyongki Malelak Bagi Petani

Saturday, 19 September 2026 - 10:28

HUT ke-50 Klasis Lobalain, Bupati Bicara Pelayanan Tepat Sasaran

Thursday, 17 September 2026 - 22:11

12 Dokter Internsip Mulai Pengabdian di Rote Ndao, Bupati : Berikan Pelayanan Terbaik

Saturday, 12 September 2026 - 22:43

Aduh, Kadis ini, Mengaku Tak Tahu Kronologi Pergeseran Anggaran Miliaran Rupiah, DPRD Pending

Saturday, 12 September 2026 - 18:07

DPRD Tunda Bahas Pergeseran Anggaran Rp 2,3 Miliar, Kadis Pertanian : Saya Tidak Tau

Wednesday, 9 September 2026 - 23:45

Pastikan Air Bersih Untuk Dua Desa, Bupati Hibahkan Jaringan Perpipaan

Tuesday, 8 September 2026 - 12:05

Terima Tambahan DAU, Bupati Ajukan Tiga Ranperda di Sidang III DPRD Rote Ndao

Friday, 28 August 2026 - 18:59

Demi Keselamatan Warga, Pemkab Rote Ndao Siapkan Rp 990 Juta, untuk Penerangan Jalan Umum

Berita Terbaru