SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (PSOI-NTT) menyelenggarakan Kompotition Surfing di Tempat Wisata Desa Bo’a Kecamatan Rote Barat, Jumat (26/11/2021)
Raju Sena sebagai Competition director kepada Sindo-NTT.id menjelaskan kegiatan surfing itu selenggarakan selama dua hari dan diikuti sebanyak 38 peserta
“Pembukaan hari ini Jumat (26/11/2021) dan penutupan Besok Sabtu, (27/11/2021) dikuti oleh 38 peserta,” Kata Raju Sena

Menurut Raju Sena dalam competition itu yang keluar sebagai juara satu, dua dan tiga dan harapan tiga mendapat hadiah piala dan alat surfing,
Ketika ditanya mengapa memilih Bo’a sebagai tempat surfing perdana yang di selenggarakan oleh PSOI, ia mengatakan omboknya di Pantai Bo’a sangat bagus dan berkelas Internasional
“Omboknya bagus, kemarin ada wisatawan luar yang mau ikut, tapi saya bilang ini hanya untuk lokal dulu, khusus NTT,” ucap Sena
Raju Sena berharap kedepan pihaknya mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur
“Kegiatan ini juga sebagai bentuk persiapan latihan anak-anak untuk menghadapi PON 2024 di Pulau Sumatra, kami berharap ada support dan ini juga membawa nama NTT” ucap Raju Seran
Wakil ketua Panitia penyelenggara Mersianus Tite Kepada Sindo-NTT mengatakan pihaknya merasa berbangga walaupun masih di masa pandemi covid-19 pihaknya diberikan kesempatan untuk menyelenggarakan Surfing
“Kami berbangga walaupun masih covid-19 di berikan ruang, kami mendukung atlet kita untuk berlatih hingga bisa mendapatkan juara di tingakat Provinsi NTT,” ujar Mersianus
Erasmus Frans Mandato sebagai ketua Pengurus Provinsi PSOI NTT kepada Sindo-NTT.id mengatakan East Nusa Tenggara Surf Competition 2021 Adalah Kegiatan Lomba Selancar Tingkat Provinsi NTT, Yang diselenggarakan Oleh PSOI NTT pada hari Jumat, 26 November 2021 sekitar pukul 09.00 wita di tempat wisata Desa Bo’a
Erasmus menjelaskan Sebelum Terbentuknya Pengurus Besar PSOI Pusat, oleh Pemerintah daerah Kabupaten Rote Ndao pernah melakukan Sejumlah kegiatan Lomba Selancar Tingkat internasional dan tingakat Kabupaten Pada Tahun 2016 dan 2017 sebagai ajang Promisi Pariwisata
Lanjut Mus Frans, Pada Tahun 2007 Terbentuk Komunitas Selancar NBSC (nemberala bo’a Surfing Community) kamudian berubah Nama Menjadi (Rote Island Surfing Community) RISC Oleh Komunitas malakukan Lomba hampir setiap Tahun Bertujuan Pengembangan Bakat dan minat Selancar di Kabupaten Rote Ndao
Pada Tanggal 30 Nopember 2020 KONI Pusat Menetapkan Olahraga Selancar Ombak sebagai Cabang Olahraga Resmi Yakni Pengurus Besar PSOI yang Diketuai Arya Subiakto,
Menurut Mus Frans, Pengurus Besar PSOI pusat Perlu mendapat Dukungan dari tingkat Provinsi se-Indonesia sehingga dibentuklah pengurus Provinsi di 15 Provinsi salah satunya Pengurus Provinsi NTT
“kesempatan yang tepat ajang PON PAPUA XX diselenggarakan pada Bulan Oktober 2021, PSOI NTT adalah salah satu Provinsi yang mengirim kontingen Ke ajang PON Dari 13 Provinsi yang mengirimkan Kontingen Selancarnya, Oleh Atlit Raju Sena Seran dari NTT mendapatkan 2 Medali, dengan ini sebuah pergumulan panjang terjawab, Sehingga menguatkan Komitmen Insan Peselancar Lewat wadah PSOI melaksanakan Lomba Selancar tingkat Provinsi NTT pada tanggal 26 dan 27 Nopember 2021,” ucap Ketua Fraksi Hanura DPRD Kabupaten Rote Ndao itu
Mus Frans menguraikan ajang kompetisi 2021 Ini menjadi Series pertama dan series selanjutnya akan dilanjutkan pada Tahun 2022, dan lanjutan series ini adalah sebuah strategi menguatkan peran PSOI dan pengembangan Cabang Olah Raga selancar Ombak sesungguhnya,
“para peselancar NTT Bertanding pada 1 Nomor Lomba yakni Open Division memperebutkan juara 1-3 Sekaligus ajang pengumpulan Poin, pada akhir pertandingan 5 Series akan menjadi ajang penentu Siapa Yang akan diutus mewakili NTT pada ajang Liga Surfing Indonesia nantinya, sekaligus persiapan Guna mengikuti PON di Pulau Sumatera,” Ujarnya,

“Lomba Selancar ini tidaklah mudah penyelenggaraannya Komitmen yang tulus dan semangat juang rela berkorban dari smua Pengurus dan simpatisan Surfing memiliki peran sangat penting, dan ikut di dukung beberapa Pengusaha pariwisata dan UKM dan Mendapatkan ijin Resmi Satgas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao dan seorang atlit selancar lebih sulit lagi, Sehingga dengan ajang ini menjadi motivasi mengembangkan Bakat Skill Surfing untuk sebuah prestasi dengan menjunjung tinggi sportivitas, atas semua ini Dengan Bangga dan Penuh syukur Kami Pengprov. PSOI NTT menyampaikan terima kasih kepada semua Pihak yang memberikan Dukungan Baik Material dan Moril hingga berakhirnya kegiatan East Nus Tenggara Surf Competition,” tandas Mus Frans, (Nasa)






