SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
Pemberitaan salah satu Media online seputar pertemuan Vico Amalo dengan Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Rote Ndao sehari setelah Mukerwil Partai Perindo NTT mendapat tanggapan serius Ketua DPD Partai Perindo Kab. Rote Ndao.
Itu soal Penggunaan bahasa dan Judul berita Jurnalis “apa yang hendak di katakaya bukan pada bagaimana mengatakanya”
Hal ini dikatakan Ketua DPD Partai Perindo Kab. Rote Ndao Arkhimes Molle,SH,MA saat ditemui Media ini setibanya di Rote Ndao dengan Bahari Ekspres Jumat (27/5/2022) sekitar pukul 12:20 Wita.
Menjawab soal pemberitaan pertemuannya Vico Amalo dengan Ketua DPD Perindo sebagaimana diberitakan oleh salah media online, Arkhimes Molle mengatakan, Itu soal Penggunaan bahasa dan Judul berita Jurnalis “apa yang hendak di katakaya bukan pada bagaimana mengatakanya” karena khalayak pembaca bersifat heterogen sehingga bisa salah memaknai isinya, apa lagi antara judul dan isi berbeda.
Menurutnya. itu jenis berita Interpretative artinya isi informasinya menimbulkan pertentangan, yang menyangkut sebuah isu dalam informasi bahkan bersifat kontraversi, untuk itu wartawan harus bisa menganalisa fakta persoalan yang terjadi bukan memberitakan antara kepala dan kaki sama. harus ada pembeda diantara keduanya. Tegas Mes Molle pemilik Perusahan Pers Pena Group ini.
Menurut Mes Molle, apa yang diberitakan itu hanya untuk sebuah opini karena pada saat itu wartawan tidak berada di tempat kejadian dan melihat langsung peristiwa yang terjadi. Katanya.
“ Anda Wartawan kan ? Coba anda lihat Judul berita itu selaras tidak dengan isinya, pada judul berita itu jika dimaknai secara benar maka saya yang bertemu Pak Vico atau sebaliknya, pertemuan itu ditempat saya bukan ditempat Pak Vico, coba kamu maknai isinya judul itu fakta atau opini. Lalu baca isi berita itu urusan adat atau urusan politik “ Ujarnya bernada heran.
Jangan bangun opini yang bisa menimbulkan keretakan bagi kami kedua pihak, apa lagi kita ciptakan opini dan fakta berbeda yang dapat menimbulkan gesekan dalam kebersamaan dan bersentuhan dengan politik sementara yang kami urus adalah soal masalah kekeluargaan. Tandas Mes Molle yang sudah diatas 30an tahun menekuni profesi sebagai seorang Jurnalis.
Menurut Mes Molle Pertemuan antara keduanya dalam Kapasitas sebagai Kordinator Suku Luna Vando bukan Ketua Partai dan Bapak Vico Amalo sebagai Manek yang didalamnya melekat dengan tanggungjawab secara adat dengan Keluarga Amalo jadi jangan digiring ke pemahaman yang salah. “ Urus adat ya adat bukan politik, ruangnya beda jangan disamakan “ Ujarnya
Seperti diberitakan oleh Media online ViaNtt.co Edisi 26 Mei 2022. dengan judul “Pasca Umumkan Paulus Henuk Calon Bupati, Ketua Perindo Rote Ndao Bertemu Vico Amalo”
Ketua Partai Perindo Kabupaten Rote Ndao, Arkhimes Molle terlihat bertemu Vicoas Amalo, Kamis (26 Mey 2022) malam.
Menurut sumber ViaNTT yg tidak ingin disebutkan namanya, pertemuan keduanya berlangsung di rumah keluarga Ketua Perindo tersebut di seputaran Tenau – Kupang.
Mobil Vico Amalo terlihat sampai sekitar pukul 18.30 dan meninggalkan lokasi sekitar pukul 22.00.
Menurut sumber yang lain, Kehadiran Vico Amalo berkaitan dengan proses adat salah satu saudaranya yang mempersunting gadis dari wilayah yang mana Mes Molle berstatus sebagai Maneleo dalam keluarga tersebut.
Vico Amalo yang dihubungi via telpon membenarkan informasi pertemuan tersebut. Saat ditanya terkait isi pertemuan, Vico menyebutkan pertemuan tersebut berkaitan dengan urusan keluarga.
“Itu ada urusan keluarga. Kebetulan sa ada adik yang ambil ponakannya bu Mes. Bu Mes posisinya Maneleo”. Tandas Vico
Lebih lanjut, Vico Amalo menyatakan tidak ada pembicaraan politik antara keduanya. Vico Amalo kemudian mengirim foto keduanya dan mengatakan akan mengundang ViaNTT untuk hadir pada hajatan dari pertemuan dimaksud.
Untuk diketahui, pada Rabu ( 25 Mey 2022), Partai Perindo telah mengumumkan nama wakil ketua DPRD Rote Ndao Paulus Henuk, sebagai calon Bupati Rote Ndao tahun 2024 mendatang.(Nasa)






