SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Penjabat (Pj) Bupati Rote Ndao Oder Max Sombu,SH.MH.MA menghadiri persidangan Majelis Klasis Rote Barat Laut yang ke-14 di gereja Ebenheser Amalou pada Rabu (18/02/2024)
Kegiatan Persidangan Klasis yang berlangsung selama 2 hari ini, selain dihadiri oleh Pj Bupati Rote Ndao Oder Max Sombu,SH.MH.MA,hadir pula Sekretaris Daerah Drs.Jonas Selly,MM,Wakil Ketua Sinode GMIT Pdt.Saneb Yohanes Blegur, S.Th,Anggota DPRD Denyson Moy, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao, seluruh pimpinan OPD, Camat Rote Barat Laut, Camat Loaholu,Para Pendeta Se Klasis Rote Barat Laut
Dalam sambutannya, Pj Bupati Rote Ndao Odermaks Sombu, SH.MH.MA menyampaikan Seiring dengan lajunya perkembangan zaman, umat Tuhan di perhadapkan dengan berbagai tantangan multidimensi yang dapat mengancam iman mental dan kehidupan spiritual umat beragama sehingga Gereja Tuhan dimana saja berada di tuntut untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan secara holistik kepada seluruh warga gereja dengan tetap berdasar pada asas-asas yang benar dan ajaran Kekristenan
Untuk menjawab tuntutan tersebut maka melalui kegiatan persidangan majelis Klasis Rote Barat Laut tahun 2024 ini, diharapkan semakin memperlengkapi para hamba-hamba Tuhan dan pemimpin gereja untuk mampu melayani Tuhan dan jemaat dengan dedikasi yang tinggi sehingga kehadirannya dapat meningkatkan kualitas kehidupan umat baik dari segi keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan bergerja, bermasyarakat, beragama dan bernegara.
Dikatakan Odermaks Sombu persidangan ini harus di maknai sebagai upaya untuk peningkatan penata layanan dari Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) khususnya Klasis Rote Barat Laut sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan yang secara bersama-sama melakukan berbagai upaya untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat yang kita layani bersama
“Pemerintah Kabupaten Rote Ndao senantiasa mendukung upaya-upaya pembangunan spiritual umat beragama melalui lembaga-lembaga keagamaan di daerah ini sehingga diharapkan dapat terbentuk masyarakat toleran yang di harapkan dapat bersama-sama membangun bangsa dan negara khususnya Kabupaten Rote Ndao yang kita cintai,” Ujarnya
Selanjutnya, Oder Max Sombu menyampaikam Rote Ndao saat ini di perhadapkan dengan masih adanya angka-angka kemiskinan yang masih cukup tinggi di mana bahwa kita dalam posisi 29 persen angka kemiskinan biasa dan itu angka yang masih cukup tinggi karena itu juga menjadi tugas gereja
Oder Sombu berharap Gereja adalah mitra pemerintah bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi bagaimana memiliki tanggungjawab untuk menuntaskan kemiskinan maupun angka stunting yang masih tinggi
“Terkait kenaikan harga beras di Rote Ndao yang cukup tinggi telah menembus angka Rp 17.000 per kilo ini, telah dilakukan operasi pasar serta mengunjungi gudang bulok untuk mengetahui posisi ketahanan pangan beras dan saat ini kita ada pada posisi beras masih tersedia di gudang dolok masih mencukupi 2 bulan, dan dalam menghadapi kondisi ini, pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao telah melakukan upaya-upaya untuk mendapatkan beras yang murah baik dari pemerintah maupun pihak swasta,” Tegas Pj Bupati Oder Sombu (Yersa)






