SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Bakal Calon Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, S.H alias PH dinilai sebagai sosok Objektif dan Profesional yang mampu berjuang untuk kepentingan rakyat, salah satunya selalu mengurus masalah kelangkaan pupuk yang di alami para petani Kabupaten Rote Ndao
Penilai itu disampaikan langsung warga Desa Matanae Kecamata Rote Timur Weni Oan saat acara pertemuan terbatas Paulus Henuk Sebagai Bakal Calon Bupati Rote Ndao di Desa Hundihopo Kecamatan Rote Timur, Rabu (12/06/2024)
“Bapak Paul henuk ini saya lihat orang yang objektif dan Profesional dalam melaksanakan kewajibannya sebagai anggota Dewan, selalu berpihak kepada kami petani,” Kata Weni Ooan
Weni Oan mengakui kalau dirinya pernah bertemu langsung Paulus Henuk di ruang kerja wakil DPRD Rote Ndao melaporkan kelangkaan Pupuk pada tahun 2022, Laporan dari dirinya waktu itu sempat tindak lanjut oleh Paulus Henuk sebagai wakil ketua DPRD Rote Ndao
“akhirnya saat ini tidak terjadi lagi kelangkaan pupuk tapi kekurangan kuota,” Ujar Weni Oan
Denga demikian Weni Oan meminta Kalau Paulus Henuk menjadi Bupati Rote Ndao segera diusulkan penambabhan Kuota Pupuk
“karena itu usulan saya apabila berkenan bapak Paul Henuk menjadi pemimpin di Rote Ndao di perbanyak Kuota Pupuk, karena kita melihat kuota pupuk tidak mencukupi kami sebagai petani,” Tegas Weni Oan
Merespon permintaan Tersebut Paulus Henuk menjelaskan dirinya pernah memimpin Tim dari Anggota DPRD Rote Ndao melaksanakan sidank di gudang Pupuk
“Saya pernah sidak semua gudang-gudan pupuk di Rote Ndao, sebelum saya ke gudang mereka bilang gudang pupuk di pantai baru kosong, ternyata kita sampai di sana pupunknya penuh, kemudiaan saya telepon ke polres untuk periksa mereka,” Tandas Paulus
Dikatakan Paulus Henuk, kemudian dirinya bersama tim dari DPRD mendatangi depertemen pertanian
Ketika sampai di dirinya sempat memarahi pihak depertemen pertanian
“Saya sempat marah orang disana, mereka bilang bapak jangan marah-marah, minta tambah saja, akibatnya kita minta tambah dapat lebih banyak, 2022 jatah pupuk hanya 3.600 ton, diberikan tambahan menjadi hampir 11 ribu ton,” Ungkap Paulus
Diterangkan, Paulus Henuk kuota Pupuk yang hampir 11 ribu ton itu tidak diatur secara maksimal oleh pemerinrah Daerah
“sayang seribu sayang pemerintah Rote Ndao tahun lalu lapor pusat untuk pupuk petani rote ndao tidak dihabiskan, akibatnya tahun ini dikurang lagi kita, kareni ini ada mainan, pupuknya datang petani hanya beli satu yang urea, lalu pupuk tidak habis mereka lapor ke pusat petani tidak habiskan pupuk,” Terang Paul Henuk
Dijelaskan Paulus Henuk, kalau dirinya mendpat mandat, ia akan menolong para petani di Kabupaten Rote Ndao
“kalau saya jadi bupati, kita perbaiki ini semua, petani di rote harus di tolong, seharusnya mereka punya modal dulu, pupuk sampai di Rote baru kelompok bawakan uang unntuk ambil pupuk, ini kelompok bayar memang satu tahun uangnya dipake putar dulu dong punya uang dulu,”Jelasnya
“ke depan pengecer tidak bisa tebus pupuk dari Kupang kita siapkan APBD di perusahaan Daerah, supaya bapak/mama bisa ambil pupuk dengan harga yang murah,” Tegas Paul Henuk (Nasa)






