SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Ketidakadilan dialami Para Guru (ASN) khusus untuk Guru SMK/SMK se – kabupaten Rote Ndao, Dimana para guru yang bertugas mendidik, mengajar, membimbing, membentuk dan membangun kepribadian siswa menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa saja masih belum mendapat perhatian serius dari pemerintah sesuai aturan yang berlaku
Dimana, para Guru SMA/SMK mengeluh selama ini ternyata menerima Tunjangan Pengahsilan Pegawai (TPP) tak sesuai aturan yang berlaku
Pengeluhan itu disampaikan langsung Ketua PGRI Kabupten Rote Ndao Alberd W. Dano, S.Pd
“Guru khusus untuk SMA/SMK. Bawasannya mengeluh terima TPP tak sesuai Aturan,” Kata Ketua PGRI Alberd Dano Kepada Sindo-NTT.com, Selasa (06/08/2024)
Selain menyampaikan Keluhan itu, Ketua PGRI Rote Ndao Alberd Dano mempertanyakan Tunjangan Penghasilan Pengawai
“Sejak SMA/SMK di tarik ke provinsi tahun 2019, guru-guru SMA/SMK menerima TPP tidak sesuai besaran yang telah di tetapkan dalam Peraturan peraturan gubernur NTT, mengapa demikian,?” tanya Alberd Dano
“Tahun-tahun yang sudah lalu biar sudah karena sudah lewat, Tapi tahun 2024 TPP nya nasib sama seperti tahun-tahun yang sudah lewat, sudah sampai bulan Agustus baru masuk 1 bulan yaitu bulan Januari,” Ujar Alberd Dano
Melihat ketidakadilan yang dialami para Guru SMA/SMK di Rote Ndao saat ini, Alberd Dano dengan tegas memina Perhatian Pemerintah Dan DPRD NTT
“ini Sungguh tidak adil. Karena itu saya selaku ketua PGRI Rote Ndao meminta perhatian pemerintah agar memperhatikan hal ini sbg wujud pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru. Dan meminta DPRD NTT agar turut memperhatikan kondisi ini,” Tegas Alberd Dano (Nasa)






