SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, S.H menyebut ada oknum tertentu yang ingin menolak Pembangunan Kawasan Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Landu Leko yang saat ini dalam tahapan persiapan untuk dimulainya kegiatan, namun Bupati tidak menyebut identitas atau nama dari oknum tersebut
“ada oknum yang menolak tambak garam, apalagi meminta Mentri KKP untuk memindahkan lokasi tambak dari Rote ke tempat lain,” ucap Bupati Paulus Henuk kepada wartawan usai berdiskusi dengan Ir. Koswara, M.P selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Dr. Ahmad Aris, S.P., M.Si Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau di Jakarta, Rabu (16/7/2025)
Menurut Bupati Paul Henuk, tindakan oknum tersebut, ingin menyusahkan Rakyat Rote Ndao, dia adalah orang berbahaya bagi investasi di daerah ini
“Dia adalah orang berbahaya, karena akan menyusahkan rakyat Rote Ndao dan sangat berbahaya bagi investasi yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Rote Ndao, NTT dan Indonesia,,” ujar Paulus Henuk
Dengan demikian, Bupati memohon dukungan doa dari seluruh masyarakat Rote Ndao, oleh karena langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan kelautan yang berkelanjutan, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat
“Instruksi Presiden Prabowo agar negara harus mandiri dan swasembada garam pada tahun 2027 yang saat ini dieksekusi oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan harus dikawal, didukung dan diamankan oleh semua pihak terutama di Rote Ndao,” tegas Paul Henuk
“Saya himbau supaya stop menjadi orang munafik, di media bicara mendukung tapi diam-diam meminta mentri untuk pindahkan lokasi tambak,” tutur Bupati dengan nada kecewa
Hal-hal yang dibicarakan Bupati Paulus Henuk saat berdiskusi langsung dengan Ir. Koswara, M.P. – Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, serta Dr. Ahmad Aris, S.P., M.Si. – Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yakni Persiapan pembangunan tahap awal Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao yang direncanakan akan segera dimulai dalam waktu dekat, Pembangunan infrastruktur jalan, lampu jalan dan infrastruktur lainnya akan dilakukan bersamaan dengan pembangunan tambak garam, Pelibatan kontraktor lokal dalam pembangunan tambak garam, Prioritas SDM lokal untuk bekerja pada tambak garam dan Pembentukan koperasi sebagai wadah bagi masyarakat pemilik lahan (Tim)






