SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Di pesisir pantai Desa Oelolot dan Sedeoen, Kecamatan Rote Barat, terlihat memprihatinkan akibat dari abrasi yang terus menggerus daratan
Garis pantai kian mengancam pemukiman, membuat rasa waswas di setiap langkah aktifitas warga setempat
Potret nyatanya ini terlihat dari jalan penghubung yang semestinya menghubungkan aktivitas antar warga, kini sulit dilalui.
daratan kini terlihat terbelah, dan air laut bebas menggenang, membuat jalur itu terputus dari dunia sekitarnya.
Akibatnya, akses jalan dari Oelolot ke Sedeoen, dan sebaliknya sudah tak bisa dilalui. Membuat jarak yang dulunya dekat jadi jauh dengan harus memutar arah.
“Kalau musim begini, masih bisa lewat tapi setengah mati,” ungkap Arnolus Foeh, salah satu penjual es keliling kepada wartawan, Kamis (26/9/2025)
“Setengah mati karena ban tatanam di pasir,” ungkapnya
Arnolus, mengaku kalau bukan dirinya tinggal di Desa Oelolot dan Sedeoen, jalur ini dilintasinya puluhan tahun untuk menjajakan kue dan es dengan sepeda motornya.
“saya tinggal di Teuesa, tapi biasa lewat sini jual kue dan es saya jual keliling kampung, sekolah-sekolah dari tahun 2015,” kata Arnolus, dengan menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut.
“Ini sudah tambah parah. Kalau musim hujan su tidak lewat lagi,” jelasnya, (tim/nasa)






