SINDONTT.COM – ROTE NDAO
keluarga adalah wadah di mana manusia belajar tentang kasih, pertolongan, dan kekuatan hidup,
Demikian khotbah pendeta Elsy A. Hilly, S.Th pada acara tata ibadah bulan keluarga leo/suku Todak dan Mbauleon di jemaat Nafiri Sio Nggenioen Desa Mundek, Sabtu (25/10/2025) malam
Pada kesempatan tersebut pendeta Elsy Hilly mengajak jemaat untuk merenungkan makna mendalam dari hidup dalam kebersamaan dan kekeluargaan
Ajakan tersebut menjadi pengantar dari tema khotbah yang diambil dari kitab Pengkhotbah pasal 4 ; 9-12 dengan tema utama “Kesiasiaan Hidup dan Makna Kebersamaan,”
Dalam renungannya, Pendeta Elsy Hilly menegaskan bahwa hidup yang bermakna tidak dijalani seorang diri, melainkan dalam kebersamaan yang melahirkan kasih dan pertolongan.
“Berdua lebih baik daripada seorang diri, karena mereka memiliki upah yang baik,” kutipnya dari kitab Pengkhotbah
Menurutnya, ada empat berkat yang dapat diperoleh ketika seseorang hidup dalam semangat kekeluargaan:
1. Hasil kerja yang baik – orang yang bekerja bersama akan memperoleh hasil yang lebih maksimal.
“Seperti satu batang lidi yang tidak kuat menyapu halaman, tetapi satu rumpun lidi bisa membersihkan dengan mudah,” jelasnya.
2. Pertolongan – dalam kebersamaan selalu ada yang siap menolong ketika salah satu jatuh. “Manusia tidak sempurna. Ia butuh dukungan, sokongan, dan doa dari sesamanya,” ujar Pendeta Elsy.
3. Kehangatan kasih – suasana penuh sukacita dan damai hanya dapat dirasakan ketika orang hidup dalam kasih dan kebersamaan.
4. Kekuatan – seperti tiga batang kayu yang diikat menjadi satu, kebersamaan membuat seseorang lebih kuat menghadapi tantangan hidup.
Pendeta Elsy Hilly juga mengingatkan jemaat untuk merawat nilai-nilai kekeluargaan agar empat berkat itu tetap hadir dalam kehidupan. Ia menekankan pentingnya saling peduli, berkomunikasi, dan saling mendoakan, terutama di tengah kesibukan dan tantangan hidup masa kini.
“Kalau kita memilih untuk tidak peduli, apalagi iri hati dan menjadi lawan, maka empat berkat itu tidak akan kita terima,” tegasnya.
Mengakhiri khotbahnya, Pendeta Elsy mengajak jemaat untuk terus saling menguatkan dalam kasih:
“Yang kuat bantu yang lemah, yang sehat bantu yang sakit, yang muda bantu yang tua, orang tua mengasihi anak-anak. Dengan begitu kita akan memiliki hasil kerja yang baik, pertolongan, kehangatan, dan kekuatan untuk menjalani hidup ini dengan lebih baik. Amin.” ungkapnya (tim/nasa)






