SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Niat baik kadang lahir di tengah situasi yang tegang, Itulah yang terlihat ketika Anggota DPRD Rote Ndao, Mersianus Tite, datang menemui pemilik lahan Lehor Mbatu untuk menyampaikan keinginannya, meminta maaf atas aksi blokade jalan menuju PT Bo’a Development dan destinasi wisata Bo’a yang dilakukan para pendukungnya
Hal itu disampaikan langsung oleh Lehor Mbatu saat dirinya membuka blokade jalan Kontrak di lahan miliknya, Jumat (14/11/2025)
Menurut Lehor Mbatu, Anggota DPRD Mersianus Tite datang ke rumahnya dengan sikap rendah hati, mengakui bahwa aksi demonstrasi dan penutupan jalan telah mengganggu aktivitas masyarakat dan perusahaan.
“Waktu ketemu Beta, beliau bilang mau minta maaf ke manajer PT Bo’a Development, Pak Samsul Bahri, karena aksi demo kemarin itu bikin jalan tertutup dan banyak orang susah,” tutur Lehor Mbatu.
Mendengar niat baik itu, Lehor Mbatu mengakui kalau dirinya menghubungi pihak perusahaan dan menyampaikan pesan tersebut kepada Samsul Bahri
Respons dari pihak perusahaan cukup meneduhkan, Menurut Lehor, manajemen menghargai langkah Mersianus Tite, namun berharap permintaan maaf itu tidak berhenti hanya pada kata-kata
“Pak Samsul bilang terima kasih untuk niat baik, tapi sementara belum bisa bertemu karena menunggu pimpinan. Dan kalau mau minta maaf, harus ada tindakan nyata, semua pendukung aksi harus hadir dan ikut bongkar blokade yang sudah menghambat masyarakat dan perusahaan,” jelas Lehor Mbatu.
Mendengar syarat itu, Mersianus Tite meminta waktu untuk mengumpulkan para pendemo dan ia berhasil mempertemukan kelompok pendemo dan menyampaikan permintaan perusahaan tersebut
Hasilnya, para pendemo menyatakan kesediaan untuk membuka blokade dan melakukan doa bersama pada Rabu (12/11/2025) yang lalu
“Setelah Mersi bilang kasih Beta kesempatan untuk kumpulkan semua, malam itu juga dia kumpulkan teman-teman pendemo. Lalu dia kasih kabar lagi ke kita bahwa hari Rabu akan ada pertemuan, kita duduk sama-sama untuk doa bersama dan bongkar blokade. Tapi setelah doa bersama, mereka pulang. Jadi hari ini, sebagai pemilik lahan, saya buka jalan ini,” ungkap Lehor Mbatu.
Pembukaan blokade ini menandai langkah baru menuju penyelesaian damai antara pendemo, pemilik lahan, dan perusahaan, bahwa keharmonisan bisa kembali ketika setiap pihak memilih untuk merendahkan hati dan membuka ruang dialog (tim/nasa)






