SINDONTT.COM – KUPANG
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin mempertegas komitmennya menjadi pelopor energi bersih di Asia. Kabupaten Rote Ndao diposisikan sebagai salah satu lokasi strategis dalam rencana besar ini, baik untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga hidrogen maupun pengembangan transportasi laut rendah emisi.
Penegasan ini disampaikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena, usai membuka Lokakarya Hidrogen bersama Hydrogène de France (HDF) Energy Indonesia di Ruang Rapat Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin (1/12/2025).
Melki menjelaskan bahwa delapan kabupaten telah ditetapkan sebagai calon lokasi pembangunan pembangkit Renewstable, yakni Rote Ndao, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Alor, dan Sikka. Teknologi Renewstable mengintegrasikan energi surya atau angin dengan baterai dan hidrogen sehingga mampu memproduksi listrik bersih yang stabil selama 24 jam.
“Kalau ini terealisasi, maka NTT akan memiliki pembangkit hidrogen komersial pertama di Asia. Ini momentum penting untuk menjawab tantangan kelistrikan di wilayah kepulauan,” tegas Melki. Ia menilai teknologi tersebut menjadi solusi atas tingginya biaya operasi dan pasokan listrik yang belum stabil di banyak daerah.
Selain proyek pembangkit, pemerintah juga memberi perhatian khusus pada transisi energi sektor maritim. HDF saat ini tengah menyelesaikan kajian dekarbonisasi kapal feri, dengan rute Kupang–Rote diproyeksikan sebagai pilot project penggunaan hidrogen hijau. Menurut Melki, langkah ini sangat relevan bagi provinsi kepulauan seperti NTT yang aktivitas transportasinya didominasi moda laut.
Untuk mempercepat implementasi, Pemprov NTT dan HDF menyepakati empat agenda prioritas dalam lokakarya tersebut. Agenda itu meliputi : Pengumpulan data teknis yang akurat untuk mendukung proses perencanaan, Fasilitasi perizinan guna mempercepat masuknya investasi, Penguatan kebijakan energi daerah agar ekosistem energi bersih semakin kondusif, Peningkatan kapasitas SDM lokal sehingga tenaga kerja daerah siap berperan langsung dalam proyek hidrogen.
Melki juga memastikan bahwa draf Rencana Umum Energi Daerah (RUED) NTT telah selesai dan secara jelas menempatkan energi terbarukan sebagai prioritas utama pembangunan daerah. Ia berharap konsistensi kebijakan dan dukungan investor dapat membawa NTT menjadi wajah baru energi hijau Indonesia sekaligus pusat inovasi hidrogen di kawasan Asia (tim)






