SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Persiapan menyambut Festival Paskah Pemuda Sinode GMIT Tahun 2026 terus dimatangkan
Ketua Festival, Simson Polin, bersama jajaran pengurus pemuda GMIT, termasuk Yoxsan Soden, menggelar pertemuan strategis dengan para pimpinan klasis se-Rote Ndao
Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Klasis Lobalain Pdt. Mariana J.B.B. Nalle-Sirah, S.Th, Ketua Klasis Pantai Baru Pdt. Robi Kadafuk, S.Th, Ketua Klasis Rote Barat Daya Pdt. Ezry Pono, S.Th, serta Koordinator Teritori Pemuda Rote Ndao Reoriki Jacob Lazarus, S.Pd
Dalam pertemuan itu, seluruh klasis di Rote Ndao menyatakan kesiapan penuh untuk menerima dan menyambut Obor Perdamaian Paskah 2026 yang akan dibawa dari Klasis Belu pada 28 Maret 2026
Kepada wartawan, Sabtu (21/3/2026) Ketua Festival Simson Polin mengatakan Obor tersebut akan menempuh perjalanan panjang melintasi sejumlah klasis, yakni Klasis TTU, Klasis So’e, Klasis Kupang Timur, Klasis Kota Kupang Timur, hingga Klasis Kota Kupang, sebelum akhirnya diberangkatkan menuju Rote Ndao
Pada 9 April 2026, obor perdamaian akan diseberangkan menggunakan Kapal Ferry Garda Maritim menuju Rote Ndao dan disambut di wilayah Klasis Pantai Baru dan Klasis Rote Timur
Selanjutnya, obor akan diarak menuju Klasis Lobalain.
Puncak penyambutan akan berlangsung pada 10 April 2026, di mana obor perdamaian akan diterima secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao usai pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Rote Ndao
Setelah itu, obor akan diarak menuju Fiulain di wilayah Klasis Rote Barat Daya, yang merupakan lokasi bersejarah masuknya Injil dan sekolah pertama di Rote Ndao sekitar tahun 1729 oleh Foeh Mbura (Benjamin Messakh) dari Batavia
Di lokasi tersebut, akan dilaksanakan Refleksi Paskah di gereja tua yang memiliki mimbar berbahan batu, dipimpin langsung oleh Ketua Sinode GMIT Pdt. Samuel Benyamin Pandie, S.Th

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengantaran obor menuju Klasis Rote Selatan, tepatnya di Titik Nol, yang menjadi titik akhir perjalanan obor perdamaian
Di lokasi tersebut, obor akan disemayamkan sebagai simbol pesan damai yang digaungkan dari wilayah paling selatan Indonesia, dengan seruan
“Dari Beranda Terselatan Nusantara untuk Indonesia di Tengah Dunia yang Terluka.” ujar Simson
Pesan ini diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya perdamaian, persatuan, dan kasih di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa dan dunia saat ini (tim/nasa)











