ROTE NDAO, SINDONTT.COM — Dentingan musik tradisional, hentakan gong, hingga gerak tari dalam balutan pakaian adat Rote menjadi bagian dari pengalaman budaya yang menyambut setiap wisatawan di Nihi Rote, Desa Bo’a, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao
Di tempat wisata berkelas tersebut, Sanggar Ume Hita secara rutin menampilkan musik dan tarian tradisional Rote Ndao
Para pemain musik, termasuk pemukul Gong Rote, bersama para penari tampil mengenakan pakaian adat Rote lengkap, menghadirkan suasana yang kental dengan identitas dan kearifan lokal
Salah satu pemain musik tradisional sekaligus pemukul Gong Rote, Lorens Henukh, S.Sn, Gr mengatakan Sanggar Ume Hita mendapat kesempatan tampil setiap pekan dalam agenda penyambutan wisatawan di Nihi Rote
“Kami diundang tampil setiap Minggu, dalam acara penyambutan wisatawan dari dalam negeri dan luar negeri,” ungkap Lorens ketika dihubungi wartawan, Rabu (26/8/2026)
Wisatawan Suka Musik dan Tarian Rote
Menurut Lorens, penampilan budaya lokal justru menjadi salah satu hal yang menarik perhatian wisatawan. Para wisatawan yang datang tidak hanya menikmati keindahan alam dan kemewahan Nihi Rote, tetapi juga ingin merasakan langsung kekayaan budaya masyarakat Rote Ndao
“Wisatawan yang datang di Nihi Rote lebih suka musik Rote, tarian Rote,” ujarnya
Tak hanya Gong Rote dan tarian tradisional, alat musik khas Rote Ndao yang telah dikenal luas, yakni Sasando, juga turut ditampilkan dalam rangkaian penyambutan para wisatawan manca negara
“Musik Sasando juga ditampilkan,” pungkas Lorens
Ia mengaku, setiap penampilan selalu mendapat respons positif dari para wisatawan,
Lorens mengakui, Apresiasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pelaku seni karena tradisi Rote Ndao dapat diperkenalkan secara langsung kepada wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara
“Habis penyambutan, para wisatawan menyampaikan terima kasih kepada kami,” ungkapnya
Kehadiran Sanggar Ume Hita di Nihi Rote sekaligus memperlihatkan bahwa pariwisata tidak hanya berbicara tentang panorama alam

Musik, tarian, pakaian adat, dan Sasando menjadi jembatan yang mempertemukan wisatawan dengan jati diri masyarakat Rote Ndao
Di tengah geliat pariwisata Rote Ndao, pertunjukan budaya seperti ini menjadi daya tarik tersendiri
Wisatawan bukan sekadar datang melihat keindahan Pulau Rote, tetapi juga pulang membawa cerita tentang keramahan, musik, tarian dan warisan budaya masyarakat Rote, (**)

















