ROTE NDAO, SINDONTT.COM – Pekerjaan peningkatan ruas jalan (lapen) Lingkar Oeno, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, menjadi sorotan setelah progres pengerjaannya baru mencapai sekitar 50 persen, sementara target yang seharusnya dicapai pada saat harus mencapai 70 persen
Kondisi tersebut diketahui setelah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rote Ndao, Sony Saban, turun langsung meninjau pekerjaan di Desa Oebafok, Selasa (27/10/2026)

Pekerjaan yang ditangani kontraktor Jefri Elim itu memiliki nilai anggaran Rp 1,1 miliar, Dengan capaian yang masih tertinggal dari rencana, kontraktor diminta mempercepat pekerjaan agar dapat mengejar target sebelum masa kontrak berakhir
Deviasi Minus 20 Persen, Kontraktor Sudah Diperingatkan
Sony Saban menjelaskan, berdasarkan jadwal pelaksanaan, progres pekerjaan Lapen Lingkar Oeno pada 27 Oktober 2026 seharusnya sudah mencapai 70 persen. Namun, realisasi di lapangan baru berada pada kisaran 50 persen
Artinya, terdapat deviasi atau keterlambatan progres sekitar 20 persen dari rencana yang telah ditetapkan
“Di Oeno, tadi saya pergi lihat. Kontraknya berakhir tanggal belasan November 2026 ini. Progresnya rendah juga. Tinggal sampai habis kontrak, kalau belum selesai, denda berjalan,” kata Sony
Ia menegaskan, keterlambatan tersebut menjadi perhatian serius Dinas PUPR karena waktu pelaksanaan semakin terbatas, Apabila pekerjaan tidak diselesaikan sesuai ketentuan kontrak, kontraktor berpotensi menghadapi konsekuensi sesuai aturan yang berlaku
Sudah Diberi Peringatan, Pemutusan Kontrak Jadi Opsi
Menurut Sony, pihak kontraktor Jefri Elim telah menerima peringatan terkait keterlambatan pelaksanaan pekerjaan. Ia menyebutkan, peringatan sudah diberikan
Sony bahkan mengungkapkan bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pemutusan kontrak dengan kontraktor dapat menjadi pilihan apabila tidak ada perbaikan berarti dalam pelaksanaan proyek
“Kontraktor Jefri Elim sudah dapat peringatan. Saya mau PHK dia (Jefri Elim), bisa itu. Tetapi setelah kita kasih peringatan, mereka mau berubah di lapangan. Sekarang mulai bergerak,” ujarnya
Meski demikian, Sony menyatakan bahwa setelah mendapat peringatan, pihak kontraktor mulai menunjukkan pergerakan di lapangan
Perkembangan tersebut menjadi perhatian dalam sisa waktu pelaksanaan proyek yang kontraknya dijadwalkan berakhir pada November 2026.
Dikejar Sebelum Kontrak Berakhir
Dengan progres yang masih tertinggal, percepatan pekerjaan menjadi hal penting agar peningkatan ruas jalan Lingkar Oeno dapat diselesaikan sesuai ketentuan kontrak
Dinas PUPR Rote Ndao perlu terus memantau perkembangan pekerjaan hingga batas akhir pelaksanaan. Apabila keterlambatan berlanjut, penerapan denda maupun langkah kontraktual lainnya dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku
Sementara Jefri Elim ketika dihubungi wartawan mengakui kalau dirinya sebagai kontraktor pelaksana proyek tersebut
Ia mengakui pekerjaan baru mulai tahapan lapen
“Iya, lagi lapen,” ujar jefri
Publik kini menantikan keseriusan kontraktor dalam mengejar ketertinggalan pekerjaan jalan senilai Rp1,1 miliar tersebut, sehingga anggaran yang telah dialokasikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat (**)


















