ROTE NDAO, SINDONTT.COM – Danial Daud Huan Saudale mengungkap cerita mengenai dugaan imbalan yang berkaitan dengan proyek pembangunan SD Inaoe tahun 2025
Dalam keterangannya, Danial menyebut pembicaraan mengenai imbalan tersebut tidak terjadi sekali, melainkan melalui enam kali pertemuan di rumahnya
Danial mengatakan, rangkaian pertemuan itu berlangsung setelah dirinya mendapat informasi mengenai proyek SD Inaoe pada tahun 2025.
Menurut Danial, pada 2025 Adi Nunuhitu datang dan menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan satu paket pekerjaan di Inaoe, yakni proyek SD Inaoe. Saat itu, Adi Nunuhitu disebut sebagai ketua
Enam Kali Pertemuan, Berujung Tawar-Menawar
Setelah informasi mengenai proyek tersebut disampaikan, Matias kemudian datang ke rumahnya. Danial menyebut Matias datang sebanyak enam kali.
“Matias datang enam kali di rumah. Jadi kita dua bangun kebersamaan sudah,” kata Danial kepada wartawan via Ponsel Genggamannya, Kamis (8/10/2026)
Menurut Danial, dalam pertemuan tersebut, Matias menawarkan uang imbalan senilai Rp 50 juta. Namun, Danial mengaku tidak langsung menerima tawaran itu dan meminta agar nominal tersebut ditambah lagi
“Tapi saya bilang tambah dulu. Matias bilang kalau begitu Rp 55 juta sudah,” ungkapnya.
Danial mengatakan, setelah nominal Rp 55 juta disebut, dirinya meminta langsung dibayarkan, tapi Matias menyampaikan bahwa pembayaran bisa dilakukan setelah dana proyek dicairkan.
“saya bilang bisa, tapi bayar memang. tapi dia bilang cair baru saya langsung ambil,” ujar Danial.
Disebut Belum Dibayarkan hingga Sekarang
Danial selanjutnya mengungkapkan bahwa setelah dana proyek disebut cair, Matias pergi mencairkan dana tersebut. Namun, menurut Danial, uang yang sebelumnya dibicarakan dalam enam kali pertemuan itu disebut belum diterimanya hingga sekarang.
“Pas uang keluar Matias pi cair ju diam-diam. Sampai ini hari,” ujar Danial.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam hubungan kerja, dirinya mengaku kerap mengeluarkan biaya kecil untuk kebutuhan orang-orang yang bekerja di lapangan
“Kadang-kadang orang kerja, saya pi beli kasih mereka gula ko tembakau. Saya pikir bagaimana pun kita ada nama,” tuturnya
Sementara MS alias Matias kepada wartawan mengaku dirinya menerima surat undangan klarifikasi dari penyidik Tipikor Polres Rote Ndao. Dalam surat tersebut, ia diminta hadir untuk memberikan keterangan pada Kamis, 8 Oktober 2026
“Saya diundang hadir besok, di Polres,” ujar Matias
Menurutnya, pemanggilan tersebut tidak hanya ditujukan kepada dirinya. Sejumlah kontraktor lain yang sebelumnya mengerjakan proyek pembangunan gedung sekolah tahun 2025 juga disebut mendapat undangan untuk memberikan klarifikasi kepada penyidik
“Ada banyak, belasan orang yang diundang di Polres, ada Om Feki juga,” ungkapnya
Matias juga mengaku bahwa pada tahun 2025 dirinya mengerjakan salah satu proyek pembangunan gedung Sekolah Dasar (SD) di Desa Inaoe
“Tahun lalu saya kerja juga bangunan SD Inaoe,” pungkasnya
sepertinya sudah ada empat Kontraktor yang sudah Penuhi Panggilan Polres Rote Ndao Yakni “TH alias Tinus, AH alias Arie, LB alias Adi dan FN alias Feki
Pernyataan sebagaimana yang disampaikan Danial Daud Huan Saudale mengenai proyek, mekanisme pekerjaan, serta dugaan imbalan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak-pihak lain yang disebut dalam keterangan tersebut (**)

















