ROTE NDAO, SINDONTT.COM – Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Rote Ndao memulai babak baru setelah sembilan tahun mengalami kevakuman kepengurusan
Apremoi Dudelusy Dethan resmi dilantik sebagai Ketua Umum PBVSI Kabupaten Rote Ndao bersama jajaran pengurus lainnya oleh Ketua Umum PBVSI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Winston Neil Rondo, S.Pt., di Aula Koperasi Sehati, Ba’a, Senin (12/10/2026).
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga bola voli di Rote Ndao, sekaligus memperkuat pembinaan atlet dan kompetisi di tingkat kabupaten.
Winston Neil Rondo mengatakan, kebangkitan PBVSI Rote Ndao menjadi kabar baik bagi perkembangan bola voli di NTT. Setelah bertahun-tahun menunggu, para atlet, pelatih, klub, wasit, guru olahraga, dan pencinta voli akhirnya kembali bersatu untuk membangun organisasi.
Menurutnya, semangat yang muncul dalam pelantikan tersebut menjadi modal penting bagi kepengurusan baru untuk membawa bola voli Rote Ndao berkembang lebih jauh.
“Setelah sembilan tahun menunggu, voli Rote Ndao akhirnya bangkit lagi. Ada semangat dan gairah baru. Saya percaya ini menjadi energi istimewa bagi kepengurusan yang baru untuk melangkah lebih jauh,” ujar Winston.
Momentum Menuju Kejurda dan PON 2028
Winston menilai, kebangkitan bola voli Rote Ndao terjadi pada waktu yang tepat. Pasalnya, sejumlah agenda kompetisi sudah menanti, termasuk Kejuaraan Daerah (Kejurda) Mben Mboy Memorial Cup.
Selain itu, NTT akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028, dengan cabang olahraga bola voli indoor putra dan putri dipertandingkan di provinsi tersebut.
Karena itu, menurut Winston, kepengurusan PBVSI Rote Ndao perlu segera bergerak untuk menyiapkan atlet yang mampu bersaing pada berbagai kejuaraan.
Ia juga mengapresiasi tradisi bola voli yang terus tumbuh di desa-desa dan lingkungan gereja. Minat masyarakat terhadap olahraga ini dinilai tetap tinggi meskipun organisasi di tingkat kabupaten sempat tidak berjalan optimal.
Winston mencontohkan perkembangan bola voli di NTT. Menurutnya, dalam kurun waktu satu tahun setelah kepengurusan provinsi kembali aktif, tercatat 39 turnamen telah digelar sepanjang tahun ini.
Sementara itu, untuk September hingga November, terdapat enam turnamen tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung, sebelum ditutup dengan Kejurda Benboy Memorial Cup.
“Ekosistem voli tumbuh subur. Kompetisi ini tidak hanya menggerakkan olahraga, tetapi juga ekonomi lokal melalui kehadiran UMKM di sekitar lokasi pertandingan,” katanya.
Perempuan Dinilai Bisa Membawa Perubahan
Winston juga menyoroti terpilihnya Apremoi Dudelusy Dethan, yang merupakan Wakil Bupati Rote Ndao, sebagai ketua umum PBVSI kabupaten.
Menurutnya, kepemimpinan perempuan menjadi peluang untuk menghadirkan pendekatan baru dalam pengelolaan organisasi dan pembinaan atlet.
Ia menilai, selama ini pengelolaan bola voli cenderung didominasi laki-laki. Karena itu, kehadiran Apremoi diharapkan dapat memperkuat pembinaan, terutama bagi atlet putri.
Winston mengakui, pembinaan bola voli putri masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius. Bahkan, pihaknya belum berani menetapkan target medali bagi tim putri dalam evaluasi bersama KONI.
Ia berharap kepengurusan baru PBVSI Rote Ndao dapat menjadikan pembinaan atlet putri sebagai salah satu fokus utama.
“Voli putri merupakan tontonan istimewa. Kita harus memberi kesempatan kepada perempuan hebat untuk ikut mengelola olahraga ini. Saya yakin kehadiran Mama Wakil Bupati bisa membawa perubahan,” ujarnya.
Apremoi Dethan Siap Rangkul Semua Pihak
Sementara itu, Ketua Umum PBVSI Kabupaten Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, menyatakan kesiapannya untuk membangun kembali kekuatan bola voli di daerah tersebut.
Ia mengatakan, dukungan dari klub dan para pencinta voli menjadi modal penting bagi kepengurusan yang baru. Sebanyak 12 klub disebut memberikan dukungan terhadap kepemimpinannya.
Apremoi menegaskan, dirinya ingin membangun organisasi melalui komunikasi, kerja sama, dan keterlibatan semua pihak, mulai dari atlet, pelatih, wasit, klub hingga masyarakat.
“Perempuan juga sama hebatnya dengan laki-laki. Dalam memperjuangkan bola voli di Rote Ndao, saya percaya komunikasi dan kemampuan merangkul semua pihak menjadi hal yang penting,” kata Apremoi.
Ia juga mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap bola voli tumbuh sejak kecil. Ibunya merupakan mantan pemain voli yang kerap membawanya menyaksikan pertandingan.
Pengalaman tersebut, menurut Apremoi, menjadi salah satu alasan yang membuatnya memiliki kedekatan emosional dengan olahraga bola voli.
Ia mengaku tidak akan bekerja sendiri dan siap meminta masukan serta bimbingan dari pengurus PBVSI provinsi, pelatih, wasit, atlet, dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan voli.
Siapkan Kompetisi dan Pembinaan Atlet
Meski baru dilantik pada Oktober, Apremoi mengatakan bahwa dirinya bersama calon pengurus telah membicarakan sejumlah agenda yang bisa segera dilaksanakan.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah menggelar kegiatan atau pertandingan bola voli pada akhir tahun ini, menyesuaikan dengan agenda dan kesiapan organisasi.
Selain itu, PBVSI Rote Ndao juga mulai mempersiapkan atlet untuk mengikuti sejumlah kompetisi, termasuk Kejurda Benboy Memorial Cup.
Apremoi mengungkapkan, melalui koordinasi yang telah dilakukan sebelum pelantikan, dua klub dari Rote Ndao telah dikirim untuk mengikuti pertandingan di GAMKI.
Ia berharap, langkah awal tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kembali kompetisi dan meningkatkan kemampuan atlet lokal.
“Bola voli di Rote Ndao sebenarnya sudah dicintai masyarakat. Tugas kami sekarang adalah menghidupkan kembali semangatnya, memperkuat pembinaan, dan mempersiapkan atlet agar bisa bersaing,” tutupnya (**)

















