RDP Masalah Pupuk “terlambatnya SK dinas, Kendala distribusi Pupuk”

Avatar photo

Wednesday, 27 January 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.ID – ROTE NDAO
Persoalan pupuk di Rote Ndao harus diselesaikan dari Hulu ke Hilir karena monopoli Produsen dan Distributor Pupuk diduga salah satu penyebab Penyaluran Pupuk Di Rote Ndao menjadi akar masalah dan akibat keterhambatan pupuk sampai ke petani kurang dan tidak tepat waktu.

Demikian ungkap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Paulus Henuk,SH saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao dengan Dinas Pertanian, Distributor dan Pengecer pupuk se- Kab. Rote Ndao di gedung Sasando DPRD Komplek Perkantoran Bumi Ti,i Langga Permai, Rote Ndao. Rabu (37/02/2021).

Dalam pembahasan keterlambatan penyaluran distribusi pupuk. Paulus Henuk, SH dalam pembahasan tersebut mengatakan, Persoalan pupuk di Rote Ndao harus diselesaikan dari “Hulu ke Hilir” Tegasnya.

Selanjutnya. Ia meminta persoalan Produsen yang diangap tidak respon harus digantikan secepatnya begitu pula dengan distributor yang hanya dimonopoli oleh satu orang.

Menurutnya, selama ini dengan satu Distributor dari tahun ketahun tidak mampu menjawab kebutuhan petani dan distrhbusi pupuk terlambat terus maka perlu lebih dari satu distributor.

Dengan dibukanya beberapa distributor maka akan ada kompetisi yang menghasilkan peningkatan kinerja pelayanan buat petani. Begitu pula dengan pengecer yang bermasalah jika sudah bertahun-tahun jadi kendala disarankan untuk di evaluasi dan diganti. Tandasnya.

Wakil Ketua Komisi B, Erasmus Frans Mandato mengatakan Selain regulasi menjadi alasan masalah tetapi yang melakukan pemantauan terhadap distribusi pupuk (SK. RDKK Dinas hingga lanjutan dari propinsi).

Selain itu, Penyuluh pertanian yang merupakan Tenaga Kontrak Daerah(TKD) tidak secara kontinue atau berkesinambungan di tengah petani juga merupakan masalah utama pendistribusian pupuk.

” Ini soal karena akan terjadi “mis” yakni apabila ada perubahan-perubahan atau pemutakhiran data kelompok dan juga nama-nama petani tidak ada pengawasan lanjut dilapangan, maka secara tidak langsung TKD yang baru akan terjadi “mis” dilapangan ” ujarnya.

Baca Juga:  Paul Henuk Sempat Menolak Tawaran Ratusan Juta dari dua Pengusaha Nakal, Ingin Kerja Proyek

Salmun Haning, SE. Kadis Pertanian
Kab. Rote Ndao. Menjelaskan, mengenai pembagian dan distribusi
pupuk per – Kecamatan; perbulan dibagi menurut luas area tanah dan sawah pertanian.

Sedangkan menyangkut penyalur ke pengecer itu adalah hak Distributor dan penyaluran dari Distributor diatur oleh Produsen dan menyangkut Produsen itu sudah diatur langsung oleh pemerintah pusat. Katanya.

UD. Suara Mas, sebagai Distributor tunggal pupuk di Kab. Rote Ndao, mengakui kalau keterlambatan distribusi di akibatkan oleh SK dari Dinas Pertanian terlambat.

” SK dari Dinas Pertanian terlambat merupakan kendala penyaluran distribusi ” ujarnya.

SK dari Dinas Pertanian terlambat merupakan kendala penyaluran distribusi karena SK pertanggal 6 Januari baru diteruskan ke produsen dan harus masuk dalam sistem produsen dan sistem distribusi, baru bisa disalurkan ke pengecer.

Distributor akui pasca RDP dengan Komisi B. Belum terealsasi penyaluran pupuk ke Kecamatan Ndao Nuse karena belum ada pengecer yang memintar orderan, sedangkan untuk kecamatan Pantai Baru sudah direalisasi senyak 15 Ton.

Sementara Ketua Komisi B. Denison Moy, ST Menegaskan, Terkait dengan kebutuhan pupuk bagi petani yang tidak terdapat dalam RDKK agar pihak Dinas Pertanian tetap solusi untuk memenuhi kebutuhan semua petani di Kabupaten Rote Ndao. Tegasnya.

Rapat dengar pendapat di pimpin Ketua Komisi B. Denison Moy, ST, dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Paulus Henuk,SH. Anggota DPRD. sejumlah anggota DPRD antara lain Erasmus Frans Mandato, Feky M. Boelan,SE, Petrus J. Pelle,S.Pd, Adrianus Pandie, SH, Gustaf Folla,S.Pd, dan Anthon Ndun.

Sedangkan Johan dari UD. Suara Mas, sebagai Distributor dan dari 10 Pengecer se Kab Rote Ndao hanya di hadiri 5 pengecer, antara lain: Hebron, Enjel, Rini Polin, Frengki Manafe dan Welhelmince Lenggu. (Tim)

Baca Juga:  Rote Ndao Terjadi Penumpukan Jabatan PPPK dan Calon PPPK Paruh Waktu, Picu Beban Kerja

Berita Terkait

Bupati Hadiri Pertemuan Strategis, Bidik Peluang Investasi Rote Ndao Dan Tiongkok
Ada Permintaan di GMIT Paulus Ndao, Doakan Bupati, Agar Kuat Jalankan Amanah
Polisi Beriman Menyapa Jemaat GMIT Elim Aduoen, Jaga Kerukunan dan Keamanan
Dari Parkir hingga Tata Ruang, DPRD Rote Ndao Bahas Tujuh Ranperda
Jumat Keliling di Masjid Oelaba, Polsek Rote Barat Laut Ajak Warga Jaga Kamtibmas
Green Policing, Polsek Rote Barat Laut Bersihkan Sampah di Tempat Ibadah
Bupati Paul Henuk Umumkan Aturan Baru Pengendalian BBM, Sistem Ganjil-Genap
Di Tengah Kelangkaan BBM, Antrean di SPBU Longgo Tetap Tertib
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 11:00

Bupati Hadiri Pertemuan Strategis, Bidik Peluang Investasi Rote Ndao Dan Tiongkok

Tuesday, 27 October 2026 - 13:02

Ada Permintaan di GMIT Paulus Ndao, Doakan Bupati, Agar Kuat Jalankan Amanah

Sunday, 25 October 2026 - 11:17

Polisi Beriman Menyapa Jemaat GMIT Elim Aduoen, Jaga Kerukunan dan Keamanan

Friday, 23 October 2026 - 16:08

Jumat Keliling di Masjid Oelaba, Polsek Rote Barat Laut Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Friday, 23 October 2026 - 09:47

Green Policing, Polsek Rote Barat Laut Bersihkan Sampah di Tempat Ibadah

Wednesday, 21 October 2026 - 16:51

Bupati Paul Henuk Umumkan Aturan Baru Pengendalian BBM, Sistem Ganjil-Genap

Wednesday, 21 October 2026 - 13:28

Di Tengah Kelangkaan BBM, Antrean di SPBU Longgo Tetap Tertib

Tuesday, 20 October 2026 - 22:19

Dugaan Penyimpangan BBM Subsidi Diselidiki, Bupati Siapkan Solusi, Libatkan PD Ita Esa

Berita Terbaru