SINDONTT – ROTE NDAO
Hari Pertama Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Empat Di Rote Ndao, mulai dilakukan di empat puskesmas yakni, yakni Oemilan (Rote Barat Laut), Batutua (Rote Barat Daya), Delha (Rote Barat), dan Oelua (Loaholu), Senin (8/2/2021).
Kegiatan vaksinasi terhadap sejumlah tenaga kesehatan (nakes) ini menyita perhatian masyarakat Rote Ndao di Kota Ba,a karena beberapa peserta takut saat melihat jarum suntik. Aneh..tapi nyata. Sebab, para Nakes itu sebenarnya tiap hari aktivitasnya pegang jarum untuk suntik pasien. Mengapa takut jarum?
Di Puskesmas Oelua, ada beberapa nakes yang histeris hingga teriak-teriak saat hendak disuntik vaksin. Bahkan ada dari mereka yang meminta bantuan temannya untuk dipegang dan dipeluk saat hendak divaksin.
Salah seorang nakes menjadi penghibur warga, hal ini menarik saat kunjungan Bupati Rote Ndao dan Wakil Bupati Rote Ndao, berkunjung ke puskesmas itu, wakil Bupati Stefanus Saek, bahkan secara khusus memberikan motivasi bagi tenaga kesehatan itu yang diketahui bernama, Ike Mesakh.
Pantauan media ini, sampai giliran untuk divaksin Ike mesakh meminta ijin dengan alasan untuk ke kamar mandi, hingga beberapa kali, karena terus meminta wakil bupati menyarankan ditemani rekannya, tetap saja beberapa nakes tetap histeris saat disuntik vaksin di lengan kirinya. Meski diwarnai kehebohan, vaksinasi terhadap sejumlah nakes di Puskesmas Oelua berjalan lancar.
Vivian Rite Merlyn, Kepala UPTD Puskesmas Oelua, Kecamatan Loaholu mengatakan, jumlah tenaga kesehatan yang terdata awalnya berjumlah 45 orang. Namun, satu pendobelan dan empat lainnya sudah dipindahtugaskan. Sehingga hanya 40 orang yang siap divaksinasi.
Selanjutnya, kata dia, ada satu nakes yang terpapar dan sementara ini diisolasi terpusat di Rusun Ne’e. Kemudian hasil rapid antibodi berkala beberapa hari lau, ada dua rekan kami yang reatif dan saat ini mereka sedang pemeriksaan rapid antigen di RSUD Ba’a.
“Jadi kami yang mengikuti vaksinasi saat ini hanya 37 orang dan akan dilakukan dalam dua sesi. Kami berharap hari ini bisa selesai semuanya,” ujar dr Vivian.(metrotimor)






