SINDONTT.ID – ROTE NDAO
Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Rote Ndao, menyatakan kepedulianya terhadap warga dusun Batuleli, Desa Lidamanu, di Kecamatan Rote Tengah, Senin (17/05/2021). Selain membantu warga kurang mampu yang berdampak Badai Seroja dan covid-19
Khusus di Batuleli, diberikan kepada 10 warga yang telah Lanjut Usia (Lansia), berikutnya warga yang kurang mampu dan juga kepada warga yang belum tersentuh penyaluran bantuan sebelumnya. Yang oleh GAMKI Rote Ndao, diberikan sedikit untuk meringankan beban kebutuhan yang dirasakan dalam pandemi ini.
“Hanya beberapa yang sesuai data kami yang memang layak menerima. Ada lansia dan juga warga yang saat pembagian sembako belum dapat,” kata Denison Mooy, ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Rote Ndao,
kepada wartawan Senin (17/052021) di Ba’a, dengan menambahkan, bantuan yang diberikan sangat kecil, yang bisa disalurkan untuk mewakili rasa kepedulian.
“Kalau mau dihitung, ini tak seberapa yang kami berikan saat ini. Tetapi inilah kepedulian kami, yang mau hadir untuk turut merasakan di tengah-tengah masyarakat yang terdampak, baik bencana Seroja dan juga Covid-19 yang belum berakhir,” tambahnya.
Paket bantuan tersebut, kata Denison, akan disalurkan oleh Sekretaris GAMKI Rote Ndao, Nostra Killa. Yang kemudian berharap, dapat diterima dengan sukacita, sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan di dusun Batuleli.
“Mudah-mudahan dapat diterima dengan penuh sukacita. Karena kami GAMKI Rote Ndao juga mendukung terjadinya pemulihan setelah banyak warga di Dusun Batuleli yang berdampak seroja dan terpapar Covid-19. Dan puji Tuhan, semuanya sudah dipulangkan kembali karena dinyatakan sembuh,” katanya.
Terpisah, Sekretaris GAMKI Rote Ndao, Nostra Killa, mengatakan, pihaknya juga merasakan dampak yang dirasakan oleh warga Batuleli saat terjadi badai seroja dan pandemi Covid-19. Dimana stigmanisasi Covid-19, yang begitu menakutkan, terlanjur disematkan kepada warga Batuleli yang terpapar. Yang kemudian sangat mengganggu hubungan sosial kemasyarakatan yang sudah terjalin.
Menurut Nostra, adalah sebuah kesalahan besar untuk menjauhi warga Batuleli, hanya gegara pernah terpapar Covid-19 (penyintas). Kondisi tersebut, menurutnya akan memecah hubungan persaudaraan. Yang kemudian disebutnya, demi mewaspadai ancaman virus Corona, jaga jarak diajurkan dalam protokol, bukan bermaksud untuk menjauhi apalagi memisahkan.
“Semua tahu bahwa banyak warga Batuleli yang terpapar. Tetapi ini bukan berarti kita harus jauhi atau hindari mereka. Toh yang terpapar juga saudara, bagaimana kita pisahkan atau jauhi saudara sendiri,” kata Nostra, dengan mengatakan, dukungan merupakan obat paling manjur untuk pemulihan dari Covid-19.
“Saat ini semua sudah sembuh, itu karena adanya dukungan, entah dari saudara, kerabat dan juga pemerintah. Sebab jika semakin mengucilkan warga terpapar Covid-19, maka semakin menyulitkan seseorang untuk cepat sembuh,” katanya.
Lansia yang dijangkau untuk dibantu adalah Zet Y. Aplugi, Adel Seubelan, Jermias Seubelan, Damaris Dengak, Selfince Ukat, Albert Seubelan, Hendrik Ndoen, Martha Ngie, Semuel Folla dan Mesak Patola. Berikut Reni Makandolu dan Deldi Ndaumanu, yang menurut data, juga membutuhkan.
Sementara delapan paket lainnya, diberikan kepada Marsel Fallo, Seni Muskananfola, Dance Nggonggoek dan Obet Helianak, Ketua Rukun Tetangga. Begitu juga kepada Kepala Desa (Kades) Jaspro Paulus Muskananfola, Sekretaris, Meldi Muskananfola, Kepala Seksie Pemerintahan, Benyamin Nggonggoek, dan Kepala Seksie Pelayanan, Wasti Fangidae.
“Di Batuleli, kami salur 20 paket. Sedangkan di Oendule 5 paket, berupa beras dan telur. Hanya itu yang dapat kami berikan, semoga dapat membantu,” kata Nostra.
Jermias Seubelan, salah satu lansia yang menerima bantuan tersebut, mengaku terbantu dan berterima kasih. Yang menurutnya bisa memenuhi kebutuhannya beberapa hari.
“Ia, ini sudah bantu kami. Untuk kebutuhan beberapa hari ke depan sudah tercukupi. Kami sekeluarga hanya bisa berterima kasih,” kata Yermias Seubelan. (Nasa)






