SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Salah Satu tokoh terpenting dari Nusak Lole Kecamatan Lobalain Alfred Zacharias menjatuhkan dukungan politik kepada Pasangan Calon Bupati/wakil Bupati Rote Ndao 2024 Paulus Henuk, SH dan Apremoi Dudelusy Dethan
Bukan hanya menjatuhkan dukungan Politik, Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Rote Ndao ini kini menjadi salah satu tim kerja untuk Paket Ita Esa,
Dikatakan Mantan Sekda Alfred Zacharias sesuai dengan visi 9 agenda perubahan, Paket Ita esa dinilai mampu merubah Rote Ndao lebih baik kedepannya
“Saya mengikuti Perkembangan Rote Ndao jadi ada 16 masalah, sehingga bagaimana merubahnya, siapa yang mampu merubahnya? saya yakin dan percaya hanya paket Ita Esa ditangan Paulus Henuk dan Apremoi Dethan dengan program Mbule Sio pasti terjadi perubahan,” Tegas Alfred Zacharias pada acara pertemuan terbatas Paket Ita Esa di Nusak Lole, Desa Helebeik, Sabtu (21/09/2024)
Selanjutnya, dari 16 Maslah ini Alfred Zackarias membeberkan masalah-masalah yang penting kepada pendukung paket Ita Esa di Desa Helebeik yakni yang perlu dirubah yakni pupuk langka, distribusinya tidak tepat waktu, dan tidak tepat sasaran, BBM yang mahal, Rote Ndao masih miskin ekstrim yaitu miskin yang paling parah
“di NTT ada 5 (lima) Kabupaten yang masuk kategori miskin ekstrim diantaranya Rote Ndao, Kabupaten Sabu yang daerahnya kering tidak masuk dalam kategori miskin ekstrim jika dibandingkan dengan Kabupaten Sabu, kita sangat memalukan. Kita punya potensi dan mendapat bantuan lebih banyak dari Kabupaten Sabu tetapi kita masih miskin ekstrim, Masalah pendidikan – kesehatan belum terjangkau dengan masyarakat kita yang terbelakang/terpinggirkan. Juga pendapatan daerah kita yang paling rendah dari 22 Kabupaten/Kota se-NTT,” Ujar Mantan Kepala Bapeda Kabupaten Rote Ndao ini
Dijelaskan Alfred Zacharias, ukuran satu Kabupaten itu berhasil salah satu indikatornya dilihat dari Pendapatan Asli Daerah
“Infrastruktur ekonomi sosial tidak adil dan tidak merata, hanya untuk daerah-daerah tertentu, masalah serta birokrasi di Pemda bagi pejabat-pejabat yang masih gunakan patron klien (Bapak-anak), ini jelas menunjukan pemerintahan yang buruk,” tandas Alfred Zacharias (Tim)






