SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rote Ndao, Agabus Lau meminta ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Rote Ndao untuk menjadikan debat perdana sebagai ajang pendidikan politik untuk masyarakat.
“Tujuan utama dari debat ini adalah untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat, agar dapat memilih dengan cerdas dan bijak. Sehingga, diharapkan debat ini dapat berjalan dengan tertib, lancar dan kondusif,” ujar Agabus dalam sambutannya di Graha Narwastu, Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain. Kamis (10/10/2023)
Agabus Lau mengemukakan, acara debat publik pasangan calon ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses demokrasi di Kabupaten Rote Ndao.
“Debat ini bukan sekedar formalitas tetapi merupakan ruang untuk menyampaikan visi-misi dan program kerja dari masing-masing pasangan calon,” tandas Agabus.
Agabus menambahkan, melalui debat ini, masyarakat Kabupaten Rote Ndao akan mengenal lebih jauh gagasan-gagasan dan komitmen dari pasangan calon dalam memimpin Rote Ndao lima tahun ke depan,.
“Mari kita junjung tinggi nilai-nilai demokrasi, kejujuran, integritas, sportivitas dan saling menghargai. Jadikan debat ini sebagai wadah untuk menunjukkan komitmen pasangan calon untuk masyarakat Kabupaten Rote Ndao,” Ujarnya
Seraya ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan bebat perdana ini, baik Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Polri dan TNI serta Satpol PP yang menjaga keamanan, para panelis dan moderator.
Diketahui, acara debat publik ini dihadiri Penjabat Bupati Rote Ndao, Oder Maks Sombu, Forkopimda, Ketua Bawaslu Rote Ndao, Demsi Toulasik beserta jajaran, pasangan calon dan para pendukung berjumlah 30 orang, serta pers dan undangan lainnya.
Adapun debat ini dihadiri pula pasangan nomor urut 1, Paulus Henuk-Apremoi Dudelusy Dethan (Paket Ita Esa), nomor urut 2 Vicoas TB Amalo-Bima Th. Fanggidae (Paket Lontar Malole) dan nomor urut 3 Paulina Haning Bullu-Sandro Fanggidae (Paket Lentera).
Debat ini dipandu pembawa acara LPP TVRI Kupang Ina Djara dan mantan Penyiar LPP RRI Kupang Aser Rihi Tugu, selaku moderator.
Sementara tiga orang panelis yang dihadirkan KPU Kabupaten Rote Ndao antara lain;
Dr. Markus AKB Hallan, SE, M.Si, M.Acc,Ak,CA, Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Nusa Cendana Kupang keahlian di Bidang Ekonomi, Keuangan Negara dan Keuangan Daerah.
Dr. Detji Kory Elianor Rooseveld Nuban, SH, M.Hum, Koordinator Pusat Studi Hak Asasi Manusia, Gender, Anak dan Kependudukan LPPM Undana Kupang, Keahlian pada Hukum dan Gender.
Dr. Yeheskial A Roen, S.Si, M.Si, Dosen Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Undana, Keahlian Bidang Sosiologi Politik. (Nasa)











