SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Pemilik lahan di Desa Bo’a, Kecamatan Rote Barat, Hermanus Mbatu, meminta pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Rote Ndao segera menyelesaikan persoalan akses jalan kontrak yang hingga kini masih terblokir oleh aksi sekelompok pendemo.
Jalan tersebut merupakan jalur penting menuju destinasi wisata Pantai Oemau sekaligus akses bagi aktivitas perusahaan PT Bo’a Development.
Menurut Hermanus, blokade yang dilakukan para pendemo tidak hanya menghambat kegiatan perusahaan, tetapi juga merugikan masyarakat luas dan wisatawan, karena menutup akses menuju salah satu kawasan wisata potensial di wilayah itu.
“Kalau bisa dibuka, karena itu untuk kepentingan umum juga, bukan hanya perusahaan,” tegas ketika dihubungi wartawan, Senin (27/10/2025)
Kepada wartawan Hermanus Mbatu mengaku menyesalkan tindakan menutup akses menuju pantai, di jalan kontrak yang menjadi jalur utama menuju destinasi wisata Oemau
“Pendemo dulu menuduh PT Bo’a Development menutup akses ke pantai. Tapi sekarang justru mereka sendiri yang menutup akses itu,” tandasnya
“Saat aksi demo pun, wisatawan asing (bule) masih bisa bolak-balik menuju pantai lewat akses yang kami sediakan yang jalan kontrak ini, Jadi faktanya jalan ke pantai tetap ada dan perusahaan tidak pernah menutupnya,” ungkapnya
Foto : Para pendemo Blokade jalan Kontrak menuju Pantai Wisata Bo’a
Hermanus mengungkapkan, dirinya telah menyampaikan persoalan ini kepada Bupati Rote Ndao dengan harapan dapat memfasilitasi solusi terbaik agar jalan tersebut kembali dibuka.
“Kami juga sudah sampaikan hal ini ke Pak Bupati. Harapan kami ada solusi supaya jalan bisa sama-sama dibuka, karena sebagian lahan yang ditutup oleh pendemo itu milik saya juga,” ujarnya.
Selain hal yang diutarakan tersebut, Hermanus Mbatu mengaku telah mengambil langkah nyata dengan memberikan akses jalan sementara kepada pihak PT Bo’a Development agar aktivitas masyarakat dan perusahaan tidak sepenuhnya terhenti
“Tujuan saya buka jalan baru itu supaya bisa membantu teman-teman yang kerja di Perusahaan. Karena kalau jalan ditutup begini, mengganggu sekali aktivitas warga desa Bo’a yang kerja disana, Saya buka dengan tulus hati, supaya teman-teman bisa tetap kerja, barang-barang bisa disuplai masuk, dan masyarakat yang menggantungkan hidup disana tidak kehilangan pekerjaan,” ucap Hermanus (tim/nasa)












