SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
Namun tahukah kita semua bahwa” Petani” adalah sebuah akronim dari Penyangga Tatanan Negara Indonesia (Petani), dan makna singkatan ini diberikan langsung oleh Bung Karno, Presiden pertama Indonesia dan disampaikan pada Tahun 1952.
Demi menjawab kebutuhan dan peningkatan ketahanan pangan akan komoditi pertanian dan perkebunan di Kabupaten Rote Ndao, Kecamatan Lobalain, Desa Baadale dan khususnya tersebar di 5 Dusun membagikan kepada 40 Pemilik lahan dan Penggarap (Buruh Tani), bantuan Hand Prayer (Mesin Pompa Padi), Pembelian 40 unit Hand Prayer itu Sumner nya Dana dari Alokasi Dana Desa Baadale Tahun Anggaran 2022,

Melalui Musyawarah dan Mufakat bersama Pemilik Lahan, Penggarap dan Pemerintah Desa setempat, maka ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK), Kepala Desa Baadale, Nomor 15 Tahun 2022, Penerima Bantuan Hand Prayer sedianya dibagikan hari ini Rabu, 29Juni 2022
Hal ini disampaikan Sekretaris Desa Baadale, Agustinus Bessie, SH yang mewakili Kepala Desa Wilson J. Edon, A.Md, dalam pembagian 40 unit hand prayer ( mesin pompa padi), bertempat di Kantor Desa Baadale, Kecamatan Lobalain, Rabu (29/06/2022)
Agustinus Bessie, dalam sambutannya, mengatakan pembagian hand prayer tersebut terdiri dari dua golongan yakni penerima selaku Pemilik Lahan dan Penggarap atau Buruh Tani, dibagikan tidak melalui kelompok tani namun perorangan sesuai data yang sudah terakomodir dalam SK Penetapan Kepala Desa Baadale
Untuk diketahui dari ke-40 nama penerima bantuan hand prayer terbagi di 5 wilayah Dusun, diantaranya. Dusun Baadale, 4 orang, Dusun Osibunak 6 Orang, Dusun Sambuku 13 Orang, Dusun Ndudale 14 Orang dan Dusun Mekar 3 Orang

Dengan Rincian Nama-nama Penerima Bantuan Hand Prayer sebagai berikut, Ferdinan Tulle, Putra A. Tulle, Thobias Menno, Adrianus Tulle, Dance Toudengga, Obet Tulle, Jefri Tulle, Ayub Tulle, Olif Hermanus, Oskar Ketty, Filipus Kedo, Elisabeth Menno, Yeskiel Anin, Yongki Tulle, Yonatan Noch, Melkianus Panie, Briven Pandie, Yu Handri Bessie, Ester Foe Mandala, Yusuf Nalle, Herman Nee, Dance Bessie, Nikodemus Thonak I, Tofi Manafe, Nelci Bessie, Isak Tulle, Alexzander Bessie, Dance Menno, Efen Toumeluk, Naomi Ndolu, Marni Tandingan, Yohanis Tulle III, Welhemus Toulasik, Uria Toudengga, Rosiana Tulle, Magdalena Tulle, Hanis Nee, Anderias Toumeluk, Frans Natonis, Adi Manafe.
Diakhir Sambutannya Sekdes, Agustinus Bessie, SH berharap ke-40 orang penerima agar tidak lupa Pesan Moril dari Pemerinatah Desa Setempat
“Semaksimal mungkin ada Cercaan dari Masyarakat namun tetapi Semaksimal mungkin juga Pemerintah Desa Baadale berbuat yang terbaik bagi Masyarakat. Kita sudah berbuat tetapi jikalau bilamana ada kekurangan maka itulah keterbatasan kami selaku Pemerintah sebagai Pelayan Masyarakat, namun Pemerintah Desa bukanlah Malaikat dan bukan juga Tuhan. Hanyalah manusia biasa yang tak pernah luput dari Hilaf dan Kekeliruan,” Ujarnya, (Tim)






