SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Wakil Ketua (Waket) DPRD Rote Ndao 2019-204 Paulus Henuk, SH Angkat Bicara terkait Laporan Mahasiswa Unstar yang diduga tidak bertanggung jawab dan menyembunyikan identitas dirinya dibalik tuduhan yang tak benar alias Palsu
Kepada wartawan Selasa (28/05/2024) Wakil Ketua DPRD Paulus Henuk mengakui kalau dirinya tidak terima Lembaga DPRD Rote Ndao di Tuduh Korupsi Dana Reses Tahun 2021
“secara pribadi maupun lembaga merasa difitnah/dirusak nama baik kami atas tuduhan bahwa DPRD tidak reses 2021 dan melakukan korupsi uang reses tahun anggaran 2021 hanya karena ada pandemi covid 19? Ini logika sesaat yang sengaja dibangun oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.” Ungkap Paulus
Ditegaskan Paulus Henuk, dirinya tidak pernah abaikan masa reses untuk menyerap aspirasi dari rakyat sebagai pemberi mandat bagi dirinya di DPRD Rote Ndao
“Saya perlu tegaskan bahwa setiap reses pasti kami dewan reses. Apalagi secara pribadi saya tidak pernah absen untuk reses. Sering uang reses saya tambahkan uang pribadi untuk menjawab kebutuhan dan permintaan masyarakat,” Tegas Paulus
Diakui Paulus Henuk Kalau hanya beralasan karena ada covid-19 dan pembatasan orang berkumpul, tentunya pasti DPRD tidak reses,
Paulus Henuk juga mempertanyakan sejumlah agenda dari pemerintah Daerah yang dilaksanakan pada masa pendemi covid -19 tahun 2021
“Coba cek, 2021 pemda sendiri waktu melakukan pemekaran lebih kurang 22 desa, masuk keluar desa-desa untuk peresmian desa pemekaran dimaksud, disisi lain seharusnya 2021 pemda melakukan persiapan tahapan dan proses pemilihan kepala desa serentak 2022 untuk jalankan amanat Perda dan sejumlah regulasi lainnya namun tidak dilakukan? Lalu dewan seakan-akan tidak boleh reses tapi uang reses habis terpakai? Sekali lagi logika sesaat yang dikedepankan jadi asal-asalan,” Cek lagi, apakah hanya DPRD Rote Ndao yang reses di tahun 2021 sementara di seluruh indonesia tidak reses,? Tanya Paulus
Paulus Henuk menduga ini hanya mainan Politik murahan menjelang Pilkada Rote Ndao, ataukah jangan-jangan ada oknum media yang bermain?
“Saya akan cek siapa pelapornya, narasumber siapa atau jangan-jangan ada oknum media yang bermain,? Demikian Dugaan Paulus Henuk
adanya Laporan kasus ini dengan senang hati Paulus Henuk meminta media terus membongkar sejumlah kasus yang terjadi di Kabupaten Rote Ndao
“Kalau mau bongkar korupsi di Rote Ndao, ayo kita bergandengan untuk buka-bukaan, jangan setengah- setengah, tolong APH buka kembali kasus tanah Ne’e, kasus tanah Oehandi, kasus asn napikor, kasus rumput odot, kasus bendahara dinkes dibuka berapa kerugian negaranya apakah hanya 700 jutaan atau sebenarnya 1,4 M?, Siapa-siapa saja yang terlibat makan uang tersebut,? Kasus dana ratusan juta di dinas KB sampai mana,? Kasus Dana covid sudah sampai mana? Tolong buka jangan hanya maskernya saja, buka biaya makan minum berapa miliar?Apakah restoran-restoran sudah setor pajak makan minum? Siapa yang suplay makan minum saat covid? Bongkar Dana BTT yang dipakai saat covid karena saat pertanggung jawaban kami tiga fraksi menolak anggaran,” Jelas Paulus Henuk, (Nasa)











