SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Warga Desa Dalek Esa dan Desa Lekik kecamatan Rote Barat Daya menyampaikan keluhan-keluhan yang dialami selama 15 Tahun kepada Pasangan Calon Bupati/wakil Bupati Paulus Henuk dan Apremoi Dudelusy Dethan (Paket Ita Esa)
keluhan itu, di sampaikan langsung mantan Kepala Desa Yulius Mesakh,
Yulius Mesakh mengakui selama 15 tahun orang Tii hanya Pikul nama, kalau Bupatinya dari sana
“kami orang tii hanya pikul nama besar selama 3 Periode bupati dari tii tetapi selama ini kami lapar,” Ujar Yulius Kepada Paulus Henuk dan Apremoi Dethan pada acara pertemuan terbatas, Senin (09/09/2024)
Diakui, Yulius Mesakh selama ini petani dari Nusak Tii(Rote Barat Daya) Masih Lapar, karena itu dirinya meminta pasangan Kepala Daerah paket Ita Esa untuk memberikan perhatian terhadap para petani
“Hal pertama kami meminta kepada bapak Paulus Henuk kalau Tuhan berkenan menjadi Bupati Rote Ndao tolong perhatikan kami petani agar kami tidak lapar,” Tegas Yulius Mesakh
Selanjutnya, Yulius Mesak mengeluh infrastruktur atau jalan di Desa Dalek Esa dan Lekik sudah dibangun selama 23 Tahun
“Infrastruktur jalan di Desa Dalek Esa,dan Desa Lekik, yang saat ini Rote Ndao sudah berdiri sekitar 23 tahun dan jalan kami ini bagaikan fia dolarosa,” Tandas Yulius
“kedua Desa ini di anggap anak tiri, sehingga kedepannya kami yakin bapak Paulus Henuk terpilih, pelayanannya merata tidak ada kategori anak tiri dan anak emas,” Ungkapnya
Hal Senada disampaikan seorang Ibu Ratna Tanefeo yang mengeluhkan infrastruktur jalan di Desa Lekik, meminta adanya pembangunan jalan agar lebih mempermudah akses perjalanan warga
“Ini disampaikan ulang-ulang ke pemerintah yang berlalu, jalan kami di Desa Lekik jangankan dengan kendaraan kita jalan kaki saja terantuk sampai kuku kaki terlepas, sehingga hal ini kami sangat berharap tolong perhatikan keperluan petani dan infrastruktur jalan di desa kami ini,” Tegasnya
Selanjutnya, warga Desa Dalek Esa Yunita Sah mengeluhkan pada Pilkada sebelumnya lentera jilid 3 menang hampir 100%
“sudah berulang-ulang kami sampaikan ke mama Bupati Paulina Haning Bullu perhatikan jalan kami tetapi sampai saati ini tidak terjawab,” terangnya, (Tim)











