SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Salah partai Politik (Parpol) Pengusung Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Rote Ndao nomor urut 2 Vico Amalo dan Bima Fanggidae (Lontar Malole) mengakui kalau dalam debat Publik Perdana Pilkada Rote Ndao 2024 Pasangan Calon Bupati/wakil Bupati Nomor 01 tampil luar biasa, dibandingkan dengan pasangan calon lain
Penilaian tersebut datang dari pimpinan DPD Partai Gelora Kabupaten Rote Ndao Keneng Nurung Haji Gani
sesuai nomor urut satu yang dimiliki Paulus-Apremoi, Keneng, langsung mengapresiasi dengan jempolnya yang terancung, walaupun Gelora tak mengusung Paket Ita Esa
“Harus kita akui, bahwa paket Ita Esa, pak Paulus dan Ibu Apri (Apremoi) luar biasa dalam debat,” kata Keneng, yang dikonfirmasi ROTE MALOLE via panggilan suara WhatsApp, Kamis (10/10/2024).
“Apalagi ibu Apri, yang selama ini dihina karena berijasah paket C, tapi membuktikan yang terbaik. Dan itu disaksikan semua orang,” ungkapnya.
Dijelaskan Keneng Nurung, bahwa pada segmen terakhir, lawan debat tak mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pasangan nomor urut satu.
“Coba perhatikan baik-baik di segmen 4 atau 5. Ada kandidat yang tidak mampu menjawab pertanyaan pak Paul dan ibu Apri,” jelas Keneng.
“Itu artinya pasangan ini luar biasa. Dan tidak salah Gelora harus akui dan mengapresiasi itu dengan jempol,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui pada segmen Pasangan Bupati/wakil Bupati Nomor urut 1(satu) mengajukan dua Pertanyaan kepada Pasangan Calon nomor urut 3(tiga) Paulina dan Sandro Fanggidae,
Simak pertanyaan dan Tanggapan berikut
Pertanyaan pertama dari paket Ita Esa: dibawa pemerintahan mama Paulina, kita lihat banyak Kades yang masuk penjara, bahkan di covid sekalipun banyak penyalahgunaan Anggaran, bahwa korupsi ini kejahatan luar biasa, kejahatan yang membunuh banyak orang dan menghambat pertumbuhan ekonomi, yang mau saya tanyakan ini kesalahannya dimana?
Pertanyaan kedua : dalam 15 tahun terakhir, penurunan angka Kemiskinan kita rata-rata pertahun hanya 0,1 persen, kemiskinan kita masih di angka 27,5 persen, dan stunting itu sekarang 34,8 persen, penurunan rata-rata per tahun itu hanya nol 0,3 persen, pertanyaannya, disaat ibu Paulina masih memerintah strategi apa yang ibu pakai hingga saat ini angka Kemiskinan dan Stunting masih tinggi?, lalu sekarang ibu mau maju strategi apa yang di pakai untuk menurunkan angka Kemiskinan dan Stunting?
Tanggapan/Jawaban dari paket Lentera : berbicara soal para kepala desa, bagaimanapun pemerintah mengarahkan para kepala Desa bekerja sesuai dengan mekanisme yang ada, sesuai aturan aturan yang ada, karena APBDes itu cukup jelas, kalau salah itu adalah salah secara pribadi tapi pembinaan itu sudah dilakukan oleh seorang pemimpin kepada bawahan, langsung ke kepala tentunya ada tahapan, ini yang salah gunakan kewenangan ini menghambat pemerintahan, dan ketika sudah terjadi kami menyerahkan kembali kewenangan itu kepada APH, untuk menentukan seorang kepala desa salah gunakan keuangan daerah ada di Inspektorat dan APH yang lain, artinya kami sebagai pemimpin itu pasti ada waskat, tapi tergantung para kepala desa, menerima atau tidak, artinya bukan kesalahan kepala desa pemimpin diatas ikut terseret dong, itu waskat pasti jalan, memang salah serahkan kembali ke APH yang ada,” demikian Jawaban Paulina Bullu
Tanggapan balik dari Paket Ita Esa : Ibu Paulina sudah menyampaikan ada pengawasan melekat, bahkan masih ada 13 kepala desa dan kepala dinas masuk penjara, dinas kesehatan pun bendahara bawa lari uang Rp 1 miliar, artinya pengawasan melekat belum maksimal, ada pertanyaan kedua yang ibu tidak jawab, Sekarang kemiskinan dan angka stunting masih tinggi, strategi apa yang ibu Pakai 15 tahun yang lalu sekarang ibu mau maju lagi, strategi apa yang ibu pakai lagi, ini tidak di jawab, sayang sekali ibu,” Ujar Paul Henuk, (Nasa)






